Rusia Akan Tindak Lanjuti Permintaan Bebas Visa Indonesia

Fajar Nugraha    •    Kamis, 06 Aug 2015 13:14 WIB
asean
Rusia Akan Tindak Lanjuti Permintaan Bebas Visa Indonesia
Menlu Retno Marsudi dengan Menlu AS dan Menlu Rusia (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Pada sela-sela pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) ke-48 di Kuala Lumpur, Malaysia, Menlu Retno Marsudi bertemu dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov. Isu bebas visa Indonesia ke Rusia menjadi pembahasan.

Pada pertemuan dengan Menlu Lavrov, kedua Negara sepakat meningkatkan kerja sama dalam bidang pendidikan, peningkatan perdagangan dan investasi. Menlu Retno meminta dukungan Rusia terhadap ekspor produk perikanan dan Crude Palm Oil (CPO) Indonesia ke Rusia yang mengalami hambatan non-tariff.

Selain itu, kedua Negara juga membahas investasi pembangunan infrastruktur pelabuhan dan bandara di wilayah Kalimantan. Kedua Menlu juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama terkait penanggulangan terorisme dan menyelenggarakan capacity building guna menanggulangi tindakan pencucian uang.

"Pada kesempatan ini, Menlu Rusia menyampaikan akan menindak lanjuti permintaan Menlu RI agar WNI mendapatkan fasilitas bebas visa ke Rusia," pernyataan pihak Kemenlu, dalam keterangan tertulis yang diterima Metrotvnews.com, Kamis (6/8/2015).

Menlu Retno juga sempat melakukan pertemuan dengan perwakilan Uni Eropa Federica Mogherini. Menlu meminta dukungan Komisi Uni Eropa untuk memberikan fasilitas bebas visa kepada WNI ke negara negara Uni Eropa. Pada kesempatan ini, kedua pihak sepakat untuk memajukan mekanisme bilateral dengan melakukan pertemuan full-fledged bilateral setahun sekali pada tingkat Menteri.

Sementara dalam Pertemuan Bilateral dengan Menlu Pakistan, kedua negara berkomitmen untuk menyelenggarakan working group penanggulangan terorisme. Menlu Pakistan juga menyampaikan harapannya agar dapat lebih berperan aktif dalam kegiatan ASEAN.

Pertemuan bilateral juga dilakukan dengan Menlu India, Sushma Swaraj. Kedua Menlu membahas rencana kunjungan Wakil Presiden RI ke India pada bulan September mendatang dan rencana kegiatan JCBC RI – India pada Oktober 2015. India juga mengakat isu untuk menjadi salah satu negara yang bebas visa ke Indonesia. Dalam kerja sama bidang ekonomi, India juga meminta kemudahan prosedur dalam bidang pertambangan khususnya untuk kebijakan partner lokal dalam memasuki pasar Indonesia.

Dalam Pertemuan Bilateral dengan Menlu Australia, Julie Bishop, kedua Negara sepakat untuk mendindaklanjuti mekanisme bilateral seperti dengan pelaksanaan Annual Leaders’ Meeting, pertemaun 2+2 Dialogue pada akhir tahun 2015, dan Indonesia-Australia Dialogue. Disamping itu, Indonesia juga menyambut baik rencana pembukaan konsulat Australia di Makasar. Kedua Menteri juga menekankan akan terus mendorong kerja sama people-to-people contact termasuk melalui pemberian beasiswa dibawah program Colombo plan Australia.

Pada hari terakhir pertemuan AMM (6/8), Menlu RI akan menghadiri pertemuan ASEAN+China, Japan dan Korea (ASEAN+3), East Asian Summit (EAS), ASEAN Regional Forum (ARF) dan dua pertemuan bilateral yaitu dengan Selandia Baru dan Korea Utara.


(FJR)