Demonstran Serbu Kantor BPJS Depok

Sidharta Arya Agung    •    Kamis, 06 Aug 2015 13:25 WIB
bpjs kesehatan
Demonstran Serbu Kantor BPJS Depok
Foto ilustrasi. (Antara/Awal Lingga)

Metrotvnews.com, Depok: Puluhan warga miskin yang tergabung dalam Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) menggeruduk kantor BPJS cabang Depok, Jawa Barat. Aksi dipicu atas nasib yang menimpa Ignatius, peserta BPJS yang kemudian dialihkan sebagai pasien umum. Alhasil dia harus membayar biaya perawatan rumah sakit sebesar Rp150 juta.

Aksi berlangsung panas. Demonstran ramai adu mulut dengan petugas keamanan kantor. Situasi makin tegang ketika demonstran hendak menerobos masuk ke dalam kantor. Warga bersikeras menemui pimpinan kantor guna meminta penjelasan terkait adanya pasien peserta BPJS atas nama Ignatius yang dihitung sebagai pasien umum meski telah memiliki kartu peserta BPJS.

Ignatius awalnya mendaftarkan BPJS untuk calon bayinya pada 10 Juni 2015. Namun, bayi yang lahir kembar itu harus dirawat di ruang ICU tiga hari setelah kelahirannya. Pihak rumah sakit menetapkan Ignatius masuk dalam kategori pasien umum lantaran pihak BPJS beranggapan kartu kepesertaan anak Ignatius baru aktif pada 24 juni 2015.

Ignatius mengatakan, kelahiran bayinya tak terprediksi oleh tim medis rumah sakit. "Saya kecewa dengan pelayanan BPJS karena lambat memproses keaktifan kartu kepesertaan," kata Ignatius di Jalan Margonda, Depok, Kamis (6/8/2015).

Ketua DKR Kota Depok, Roy Pangharapan beserta warga menuntut, pihak BPJS memberi keadilan pada masyarakat. "Sehingga kasus seperti ini dapat dihindari," kata Roy.

Akibat aksi protes warga ini, aktivitas pendaftaran di kantor BPJS sempat terganggu. Namun kini situasi berangsur normal. Sejumlah polisi pun diturunkan guna mengantisipasi terjadinya aksi anarkis.
 


(SAN)