Nasib Warga Klender Ditentukan Besok

- 19 Mei 2013 19:35 wib
Metrotvnews/ip
Metrotvnews/ip

Metrotvnews.com, Jakarta: Warga Gang Madura di Kampung Sumur, Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit, Jaktim, kembali melakukan aktivitas secara normal. Nasib mereka akan ditentukan usai dialog di Kantor Wali Kota Jaktim yang rencananya berlangsung, Senin (20/5) besok.

"Jika solusi tidak ditemukan besok saat pertemuan dengan walkot (Walikota Jakarta Timur), warga akan mempertahankan tempat tinggalnya," tegas Ketua Komunitas Madura Kampung Sumur, Adnan Hasan, Minggu (19/5).

Warga yang berdiam dipermukiman liar itu berharap pemerintah setempat mampu membuat solusi terbaik. Menurut Adnan, sejak isu penggusuran berhembus, beberapa pihak yang mengklaim sebagai pemilik tanah telah menurunkan preman untuk melakukan intimidasi.

"Meski ada jaminan dari Polisi (Polres Jakarta Timur) tapi kami tetap meminta ada tindakan yang adil dari pemerintah. Kami sudah puluhan tahun tinggal di sini," timpal Sri, warga lainnya.

Pascakeributan dan blokade Jalan I Gusti Ngurah Rai yang terjadi pada Sabtu (18/5) pagi, warga tidak lagi membentengi diri dengan sejumlah alat untuk menghadang upaya penggusuran yang dilakukan aparat Satpol PP.

Di sana warga tetap melanjutkan aktivitas sebagai pengrajin dan pengepul besi tua. Meski ada sebagian toko yang terlihat tutup namun suasana terbilang kondusif.

Kepala Satpol PP Pemprov DKI Jakarta Kukuh Hadi Santoso mengatakan, pihaknya tidak akan gegabah melakukan eksekusi sebelum ada intruksi yang dibarengi langkah persuasif.

"Masih kita tunggu dialog antara warga dengan Pemkot Jaktim. Kalau sudah ada hasilnya, baru kita ketahui tindakan apa yang akan kita lakukan," ujarnya.

Kukuh menjelaskan, sejatinya dalam setiap penertiban petugas berupaya menghindari benturan. Tujuannya agar tidak menimbulkan korban dari kedua belah pihak.

Bahkan apabila dialog perdana nanti tidak membuahkan hasil, pemerintah tetap tidak akan lancang mengambil keputusan sepihak. "Kalau dialog berakhir buntu, kita akan rapatkan lagi. Barulah kita tahu langkah apa yang akan dilakukan," ucapnya.

Diketahui, kasus tanah Klender masih belum jelas sampai sekarang. Warga yang mengaku sudah berdomisili hingga puluhan tahun terbukti tidak memiliki legalitas berupa sertifikat atau dokumen kepemilikan tanah.

Pun di atas lahan seluas 10,5 hektare itu kini berdiri ratusan rumah tinggal yang sekaligus dijadikan tempat usaha. Warga berharap cemas sebab lahan yang hendak digusur itu diklaim milik empat pihak yakni Muhamad Rais, Jiun, Sukmawijaya, dan PT Graha Cipta Kharisma. (Golda Eksa)

()

SEKRETARIS Jenderal Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy mengungkapkan forum Musyawarah Kerja Nasional…