Ekonomi Melambat, Menkeu: Presiden Jokowi Maklum

Desi Angriani    •    Kamis, 06 Aug 2015 14:06 WIB
pertumbuhan ekonomi
Ekonomi Melambat, Menkeu: Presiden Jokowi Maklum
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro menyatakan bahwa Presiden Jokowi cukup maklum dengan kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia, baik di kuartal I-2015 maupun di kuartal II-2015 yang mengalami perlambatan. Hal itu terjadi karena perekonomian dunia juga tengah melambat dan berdampak kepada perekonomian Indonesia.

"Pastilah (Presiden Jokowi maklum dengan kondisi ekonomi sekarang ini). Semua orang tahu bahwa hampir tidak ada negara (lain di dunia) yang kuartal II-2015 lebih baik dari kuartal I-2015. Kebanyakan (perekonomian negara-negara tersebut) menurun," jelas Bambang, ketika ditemui di Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2015).

Meski mengalami perlambatan, namun Bambang sedikit puas dengan pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2015 dan di kuartal II-2015. Pasalnya, ekonomi Indonesia bila dilihat dari besaran pertumbuhannya terbilang tinggi dibandingkan dengan negara lain.

"Tapi, yang kita waspadai urusan kita sendiri, yaitu urusan kemiskinan dan pengangguran. Jadi, pertumbuhan harus tetap didorong ke lima persen. Meskipun berat karena tren dunia itu melambat bukannya membaik. (Lebih baik dari 2014 itu pertumbuhannya) Iya lima persen atau di atas lima persen sedikit," ujar Bambang.

Sementara itu, pada kesempatan terpisah, Presiden Jokowi meyakini pertumbuhan ekonomi akan meroket pada semester II-2015 ini, meski pada semester I-2015 ekonomi Indonesia terindikasi mengalami perlambatan pertumbuhan.

"Jadi seperti yang sudah kita perkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi pada semester I-2015 kira-kira 4,7 persen ini harapannya mentok," kata Presiden Jokowi. 

Menurutnya, pada semester II-2015 angka pertumbuhan ekonomi akan merangkak naik disebabkan adanya penyerapan anggaran, baik Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) provinsi dan kabupaten/kota.

"Bergeraknya biasanya baru di Juni 2015 atau Juli 2015. Mulai agak meroket September-Oktober di 2015. Nah, pada November angkanya itu bisa begini," pungkas Jokowi seraya mengangkat tangannya naik ke langit.



(ABD)

KPK Yakin Mampu Jawab Argumentasi Praperadilan Novanto

KPK Yakin Mampu Jawab Argumentasi Praperadilan Novanto

7 hours Ago

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal memberikan jawaban atas gugatan praperadilan Setya Nov…

BERITA LAINNYA