PPh 21 WP Terutang Juli-Desember Pakai PTKP Baru

Ade Hapsari Lestarini    •    Kamis, 06 Aug 2015 14:16 WIB
ditjen pajak
PPh 21 WP Terutang Juli-Desember Pakai PTKP Baru
Ilustrasi -- FOTO: Antara/ANDIKA WAHYU

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak menyampaikan penghitungan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 terutang untuk masa pajak Juli sampai dengan Desember 2015 dihitung dengan menggunakan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) yang baru.

Demikian disampaikan Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat (P2 Humas) Ditjen Pajak Mekar Satria Utama, seperti dilansir dari laman Setkab, Kamis (6/8/2015).

"Untuk PPh Pasal 21 masa pajak Januari hingga Juni 2015 yang telah disetor dan dilaporkan menggunakan PTKP lama, maka perlu dilakukan pembetulan dengan menggunakan PTKP yang baru," kata Mekar.

Dia menjelaskan, apabila nantinya terdapat kelebihan setor akibat pembetulan penghitungan pemotongan PPh Pasal 21 masa pajak Januari sampai dengan Juni 2015, agar manfaat kenaikan PTKP dapat langsung dirasakan oleh masyarakat, maka pemberi kerja mengkompensasikan kelebihan setor tersebut terhadap PPh Pasal 21 Masa Pajak Juli sampai Desember 2015.

"Pemerintah berharap, kenaikan PTKP ini dapat meningkatkan daya beli masyarakat. Hal ini juga diharapkan dapat menjadi insentif bagi pertumbuhan ekonomi nasional, yang didorong melalui peningkatan konsumsi masyarakat," tuturnya.

Sekadar diketahui, pemerintah telah menaikkan PTKP bagi Wajib Pajak (WP) Orang Pribadi mulai tahun ini seiring dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya harga kebutuhan pokok.

"Dengan kenaikan ini, besarnya PTKP bagi WP orang pribadi menjadi sebesar Rp36 juta per tahun, naik Rp11,7 juta atau sekitar 48 persen dari yang sebelumnya sebesar Rp24,3 juta per tahun," tambah dia.

Selain itu, PTKP tambahan untuk WP kawin dan tambahan untuk tanggungan masing-masing naik menjadi Rp3 juta per tahun, dari sebelumnya sebesar Rp2,025 juta. Sementara, PTKP tambahan apabila penghasilan istri digabung dengan suami menjadi sebesar Rp36 juta per tahun, dari sebelumnya Rp24,3 juta.

Kenaikan PTKP ini, lanjut Mekar, tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 122/PMK.010/2015 tentang Penyesuaian Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak, yang telah ditetapkan pada 29 Juni 2015 lalu.

"Meskipun baru ditetapkan pada Juni, tetapi peraturan ini mulai berlaku sejak tahun pajak 2015, atau pada 1 Januari 2015," pungkas Mekar.


(AHL)