BI Imbau Sumatera-Kalimantan Tidak Bergantung Komoditas

Antara    •    Kamis, 06 Aug 2015 15:41 WIB
bank indonesia
BI Imbau Sumatera-Kalimantan Tidak Bergantung Komoditas
Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Metrotvnews.com, Bengkulu: Bank Indonesia (BI) menyarankan agar wilayah Sumatera dan Kalimantan tidak hanya menggantungkan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dari penjualan komoditas semata. Pasalnya, harga komoditas tengah mengalami penurunan.

"Perlambatan ekonomi yang terjadi saat ini karena sangat bergantung kepada komoditas. Sedangkan kita tahu harga komoditas andalan seperti sawit saat ini hanya tinggal 40 persen dari harga tertingginya," kata Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara, saat berbicara dalam Seminar Ekonomi Terkini Semester I-2015 BI, di Bengkulu, Kamis (6/8/2015).

Ia menyebutkan harga komoditas unggulan lain seperti karet juga mengalami penurunan dan saat ini hanya tinggal 30 persen dari harga tertinggi. "Batu bara juga begitu. Dulu memang bisa dijual dengan harga USD50 (per ton), tetapi sekarang tidak lebih dari USD40," kata dia.

Harga komoditas, kata Mirza, sangat bergantung pada perekonomian global. Jika perekonomian dunia tertekan maka harga komoditas juga mengalami penurunan. "Harga tidak bisa kita yang tentukan, tetapi dunia yang menentukan. Sementara kita tahu dunia juga sedang mengalami perlambatan perekonomian," jelas Mirza.

Pada sisi lain, ia mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Bali tetap tercatat tinggi karena Bali ditopang oleh sektor pariwisata. Jika Indonesia ingin perekonomian tumbuh positif di atas lima persen, cara yang paling efektif antara lain menjadikan sektor pariwisata sebagai pondasi perekonomian.

"Saya yakin pariwisata bisa menjadi salah satunya pondasi perekonomian. Melihat Bali yang mengandalkan pariwisata, saya berharap provinsi lain tidak lagi bergantung pada pertanian dan tambang saja, mari lakukan diversifikasi penopang perekonomian," pungkasnya.


(ABD)