Antisipasi El Nino via Impor, Mendag: Keputusan Presiden

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 06 Aug 2015 16:26 WIB
imporelnino
Antisipasi El Nino via Impor, Mendag: Keputusan Presiden
Mendag Rachmat Gobel (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

‎Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel tidak mau banyak bicara terkait impor beras dalam mewaspadai gejala El Nino yang terjadi pada periode Oktober 2015 hingga Maret 2016. Padahal, fenomena El Nino memiliki peluang untuk terjadinya krisis beras termasuk potensinya terhadap peningkatan inflasi.

"‎Soal keputusan impor beras masih menunggu data di lapangan," kata Gobel, ketika ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Kamis (6/8/2015).

Ia menjelaskan, untuk melakukan impor beras, maka keputusan tersebut harus menunggu persetujuan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tak hanya itu, aksi impor juga harus dilakukan berdasarkan data-data yang valid.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Adi Lumaksono meminta kepada Bulog untuk memperkuat stok beras di akhir tahun sehingga memiliki stok sebanyak 2-2,5 juta ton. Langkah ini dilakukan agar meredam gejolak El Nino, dan tidak krisis beras di awal 2016.

"Kalau El Nino mulai Oktober, berarti musim tanam Oktober akan berpengaruh, dan berpengaruh pada produksi 2016. Agar awal tahun 2016 tidak terjadi panceklik, idealnya Bulog harus punya stok 2-2,5 juta ton," jelas Adi.

Adi menjelaskan, untuk memiliki stok beras 2-2,5 juta ton, pemerintah harus memiliki tambahan anggaran sebesar Rp3 triliun.‎ Langkah itu pun harus dibarengi dengan sikap Kementerian Pertanian (Kementan) dalam meningkatkan produksi beras. Jikalau produksi beras tidak ‎jatuh akibat adanya gejolak El Nino, maka stok beras masih akan tetap aman, dan tidak perlu dikhawatirkan.


(ABD)

Pengamanan Setnov di RSCM Berkurang

Pengamanan Setnov di RSCM Berkurang

44 minutes Ago

Ketua DPR Setya Novanto masih menjalani perawatan intensif di RSCM, Jakarta Pusat. Pengamanan d…

BERITA LAINNYA