Cinema 21 Sebut Adanya Penurunan Jumlah Penonton

Ade Hapsari Lestarini    •    Kamis, 06 Aug 2015 18:27 WIB
film indonesia
Cinema 21 Sebut Adanya Penurunan Jumlah Penonton
Ilustrasi: Bioskop (Foto:MI/Ramdani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Jaringan Cinema 21 mengakui telah terjadi penurunan jumlah penonton film yang berimbas pada kerugian finansial.

Hal ini diungkapkan Presiden Direktur Cinema 21, Hans Gunadi, sebagai bantahan atas tudingan Ketua Persatuan Produser Film Indonesia, Firman Bintang, yang menyebut ruginya produser film nasional karena kurang mendapat kesempatan penayangan film nasional di bioskop.

"Justru kami yang babak belur karena minimnya jumlah penonton film," kata Hans Gunadi  melalui siaran pers yang diterima Metrotvnews.com di Jakarta, Kamis (6/8/2015).

Hans menjelaskan, pihaknya justru selalu berkomitmen menjaga kualitas layanan bagi para pengunjung bioskop Cinema 21. Tidak membedakan pelayanan antara bioskop yang dipenuhi penonton dan yang sepi penonton.

"Itu sebenarnya yang merugi siapa? Yang rugi justru kita! Jika penonton cuma mencapai 30-40 ribu, boro-boro menutupi ongkos (gaji) karyawan atau listrik," ketus Hans.

Bahkan, meski penonton di satu layar sebuah bioskop hanya diisi oleh satu orang pun, Cinema 21 tetap memberikan pelayanan dengan kualitas sama.

"Apakah karena hanya satu penonton yang menonton di satu layar, itu harus kita tolak? Atau AC-nya kita kurangi atau proyektornya kita redupkan sedikit. Kan, tidak bisa," tambahnya.

Hans menegaskan bahwa pihaknya tetap memberikan pelayanan standar di semua Cinema XXI dari Medan sampai Papua.

"Pelayanan kita tetap standar. Komitmen kami dan pelayanan kami dari Medan sampai Papua, standar. Apa yang penonton rasakan ketika datang ke Cinema 21 di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan daerah-daerah lainnya adalah sama. Dan itu sudah terbukti," tegasnya.

Industri film merupakan siklus rantai kehidupan yang terdiri atas unsur media, pengelola bioskop sebagai infrastruktur, pembuat film, dan pemerintah. Agar keberlangsungan ekosistem perfilman tetap baik, maka siklus mata rantai tersebut haruslah utuh.

"Itu adalah satu mata rantai kehidupan di bisnis ini. Tolong jangan sampai ada yang mencederai. Satu mata rantai ini harus utuh sesuai kapasitasnya masing-masing," pungkasnya.


(ROS)

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

1 day Ago

KPK akan tetap menghadapi proses persidangan selanjutnya yang masuk dalam tahap pembuktian.

BERITA LAINNYA