BPBD Yogyakarta Ajukan Dana Rp6 Miliar Atasi Kekeringan

Patricia Vicka    •    Kamis, 06 Aug 2015 18:34 WIB
kekeringan
BPBD Yogyakarta Ajukan Dana Rp6 Miliar Atasi Kekeringan
Sawah mengering di Desa Sambi Rejo Sleman Yogyakarta sejak dua bulan lalu, Metrotvnews.com/ Patricia Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Memasuki bulan Agustus beberapa wilayah Yogyakarta mulai dilanda kekeringan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Yogyakarta telah mengajukan anggaran dana Rp6 miliar untuk mengatasi kekeringan.

Kepala Pelaksana teknis BPBD Yogyakarta Gatot Saptadi mengatakan dana tersebut dialokasikan untuk menyumbangkan air ke wilayah yang dilanda kekeringan.

"Anggaran jangka pendek dipakai untuk dropping air dengan truk ke sejumlah desa. Lalu untuk memberi pompa dan tandon," kata Gatot melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Kamis (6/8/2015).

Selain itu dalam jangka panjang dana tersebut akan digunakan untuk memaksimalkan dan mengoptimalkan pipa dan pompa yang sudah ada.

"Pompa dan pipa yang rusak akan kami perbaiki. Kami usulkan akan dropping air sebanyak 400 hingga 600 truk air untuk seluruh Yogyakarta selama musim kemarau," pungkasnya.

Namun dana tersebut baru cair jika status kekeringan sudah darurat. Hingga kini kondisi kekeringan di Yogyakarta masih berstatus normal.

"Gubernur DIY belum mau menandatangani status siaga darurat karena kondisi sekarang masih bisa ditangani dengan dana yang ada. Kekeringan yang ada pun masih sebagian saja," tegasnya.

Pihaknya memperkirakan kekeringan tahun ini lebih panjang dibandingkan tahun lalu. Saat ini berdasarkan data BPBD Yogyakarta, Kabupaten Gunung Kidul dan Bantul adalah wilayah yang paling banyak terkena kekeringan. Sudah ada 18 kecamatan di Gunung Kidul yang dilanda kekeringan.


(RRN)