BI Tidak Mau Gegabah Lakukan Intervensi Pasar

Antara    •    Kamis, 06 Aug 2015 18:35 WIB
bank indonesia
BI Tidak Mau Gegabah Lakukan Intervensi Pasar
BI (MI/PANCA SYURKANI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyatakan tidak mau gegabah melakukan intervensi di pasar keuangan dalam mengatasi pelemahan nilai tukar rupiah. Hal ini dilakukan karena bila intervensi dilakukan secara sembarangan, dampaknya buruk bagi perekonomian.

"Kita tidak mau menggarami air laut jadi lihat dulu penyebab melemahnya rupiah. Kapan kita masuk dan kapan kita melepas cadangan devisa kita," kata Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Yati Kurniati, dalam sebuah seminar, di Jakarta, Kamis (6/8/2015).

Namun, Yati menegaskan bahwa bank sentral senantiasa berada di pasar dan terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan rupiah dan melakukan intervensi guna menjaga pelemahan tidak terlalu dalam. "BI sudah ada intervensi. Itu dilakukan untuk menjaga volatilitas," ujar Yati.

Yati menambahkan, dalam mengintervensi pasar, pihaknya juga tidak serta merta langsung menggunakan cadangan devisa untuk menahan setiap pelemahan. Posisi cadangan devisa Indonesia sendiri pada akhir Juni 2015 sebesar USD108,03 miliar, menurun dibandingkan bulan sebelumnya sebesar USD110 miliar.

Berdasarkan kurs JISDOR Bank Indonesia, pada Kamis 6 Agustus ini, nilai tukar rupiah terpantau melemah 12 poin ke posisi Rp13.529 per USD dari sebelumnya pada level Rp13.517 per USD.


(ABD)

Surat Novanto Tak akan Pengaruhi Sidang MKD

Surat Novanto Tak akan Pengaruhi Sidang MKD

23 minutes Ago

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sufmi Dasco Ahmad melalui sambungan telepon mengatakan be…

BERITA LAINNYA