Pasangan Calon Kepala Daerah Diminta tak Jor-joran Biayai Kampanye

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 06 Aug 2015 18:39 WIB
pilkada serentak
Pasangan Calon Kepala Daerah Diminta tak <i>Jor-joran</i> Biayai Kampanye
Ilustrasi pilkada, Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Yogyakarta mengingatkan pasangan calon bupati-wakil bupati tak jor-joran dalam membiayai kampanye. KPU telah membatasi dan mengatur bagi semua pasangan calon untuk kampanye.

Dasar hukum aturan itu tertuang dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 6 tahun 2015 tentang pendanaan kampanye dan PKPU nomor 7 tahun 2015 tentang Kampanye Pemilihan Kepala Daerah.

"Jika melanggar aturan bisa kami diskualifikasi," kata Divisi Hukum, Pengawasan, dan Hubungan Antarlembaga KPU Yogyakarta, Siti Ghoniyatun, Kamis (6/8/2015).

Ghoniyatun mengatakan, perihal kampanye, termasuk pendanaan, KPU akan terlibat untuk memfasilitasi para pasangan calon. Fasilitasi itu meliputi alat peraga kampanye seperti umbul-umbul, leaflet, di media massa, dan spanduk. Sementara itu, pihak pasangan calon diizinkan menambah biaya kampanye seperti mug, topi, payung, ataupun stiker berukuran 8x10 bagi pasangan calon itu.

"Batasan pembiayaan dari pasangan calon akan kami batasi. Akan kami bahas lebih lanjut dengan masing-masing KPU di kabupaten," ujar Ghoniyatun.

Lebih lanjut ia menerangkan, pembatasan pengeluaran biaya kampanye akan mempertimbangkan beberapa aspek. Aspek itu diantaranya terkait luasan wilayah dan jumlah pemilih.

"Biar memenuhi asas fairness. Yang memiliki dana besar maupun tidak agar memiliki kesempatan yang sama," ungkapnya.

Tiga kabupaten di Yogyakarta, yakni Kabupaten Sleman, Kabupaten Gunungkidul, dan Kabupaten Bantul, akan menggelar pilkada serentak 9 Desember mendatang. Masa kampanye akan dimulai pada 27 Agustus hingga 5 Desember tahun ini.
 


(RRN)