Demokrat Sambut Baik Langkah KPU Perpanjangan Pendaftaran di 7 Daerah

K. Yudha Wirakusuma    •    Kamis, 06 Aug 2015 18:45 WIB
pilkada serentak
Demokrat Sambut Baik Langkah KPU Perpanjangan Pendaftaran di 7 Daerah
Ilustrasi--Antara/Yusran Uccang

Metrotvnews.com, Jakarta: Partai Demokrat menyambut baik Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) memperpanjang waktu pendaftaran bakal calon kepala daerah. Perpanjangan waktu tersebut bakal dimanfaatkan kepada Partai Demokrat mencari calon yang berkualitas.  

"Kita menyambut baik perpanjangan waktu pendaftaran di tujuh wilayah oleh KPU sebagai penyelenggaran. Ini memberikan waktu kita untuk mencari calon Kepala daerah yang berkualitas," kata Juru bicara Partai Demokrat Imelda Sari dalam pesan singkatnya, Kamis (6/8/2015).   

Saat ini Partai Demokrat tengah melakukan konsolidasi setelah penyelenggara memutuskan memperpanjang waktu pendaftaran. "Saya optimis masalah calon tunggal di 7 wilayah akan selesai. Maka dari itu DPP Demokrat terus konsolidasi dengan daerah," imbuhnya.

Demokrat sangat mengapresiasi langkah KPU. Penyelenggara pemilu dan pemerintah mendengarkan usulam Ketum Demokrat. "Ini bagian dari komitmen kami menjaga demokrasi yang lebih baik," terangnya.

KPU resmi memperpanjang waktu pendaftaran di tujuh daerah yang punya calon tunggal. KPU mengikuti rekomendasi Bawaslu untuk memperpanjang waktu pendaftaran mulai 9-11 Agustus 2015, pekan depan.

"Respons ini pertimbangannya berdasarkan UU Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Pemilu. Di situ bilang apabila Bawaslu memberikan rekomendasi, KPU wajib merespons. Sebab kekuatan rekomendasi ini sudah dilegitimasi dalam undang-undang itu," kata Ketua KPU Husni Kamis Manik saat memberikan keterangan resminya di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2015).

Ada tujuh daerah yang hanya punya calon tunggal. Ketujuh daerah itu adalah: Kabupaten Tasikmalaya (Jabar), Kota Surabaya, Kabupaten Blitar, Kabupaten Pacitan (Jatim), Kota Mataram (NTB), Kota Samarinda (Kaltim) dan Kabupaten Timor Tengah Utara (NTT).


(YDH)