RJ Lino : Serikat Pekerja JICT Tidak Nasionalis

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 06 Aug 2015 18:48 WIB
pelindo
RJ Lino : Serikat Pekerja JICT Tidak Nasionalis
Dirut Pelindo II, RJ Lino FOTO ANTARA/Reno Esnir

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Utama PT Pelindo II (Persero) RJ Lino menilai media massa sangat salah membela Serikat Pekerja (SP) JICT yang selalu bicara nasionalis, tapi aslinya selalu melakukan aksi sabotase.

‎"Media jangan bela-belain orang selalu bicara nasionalis, tapi aslinya sabotase, matikan listrik itu enggak nasionalis, belain orang kok sabotase negara. Jadi lucu itu kriminal kok dibela, kalian merugikan masyarakat banyak," ujar Lino ketika ditemui di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Kamis (6/8/2015).

‎Dia menilai, nilai kontrak baru yang mencapai USD215 juta di 2015 ke Hutchison Port Holding (HPH) sudah sangat baik untuk Indonesia. Namun, kenapa SP JICT menjadikan persoalan ini sangat rumit.

"Itu orang cari persoalan saja. Orang yang berhentikan pelayanan itu sudah sabotase negara, itu sangat fatal," tuturnya.

‎Nilai perpanjangan kontrak HPH yang sudah disahkan sebesar USD215 juta juga sudah terbukti dengan baik, bahkan Deutsche Bank yang merupakan penilai aset menjelaskan angka tersebut sudah sangat besar.

"Mereka yang salah (SP JICT)‎, Deutsche Bank itu perusahaan internasional jadi benar-benar menilainya, setelah Deutsche Bank ada BPKP, terus kita lelang lagi. Jadi angka itu sudah baik," jelasnya.


(SAW)