Pedagang Pakaian di Tanah Abang Alami Penurunan Omzet

Antara    •    Kamis, 06 Aug 2015 19:03 WIB
tanah abang
Pedagang Pakaian di Tanah Abang Alami Penurunan Omzet
Pedagang Dok/MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: Sejumlah pedagang pakaian di Pasar Tanah Abang, Jakarta, mengeluhkan pendapatan mereka yang sekarang menurun drastis jika dibandingkan dengan keuntungan pada bulan Ramadan yang  bisa mencapai Rp50 juta per bulan, sedangkan sekarang kurang dari Rp10 juta.

"Sebelum Lebaran, sekitar Mei sampai Juli keuntungan per bulan bisa sampai Rp50 juta tapi sekarang enggak sampai Rp10 juta," kata salah satu pemilik toko pakaian Muslim di Pasar Tanah Abang , Nia kepada Antara, Jakarta, Kamis (6/8/2015).

Anjloknya penjualan ini disebabkan karena suasana Lebaran yang mulai hilang sehingga kebutuhan masyarakat akan pakaian baru mulai menurun. Padahal harga jual yang ditetapkan sejak Mei sampai saat ini tidak pernah berubah dan model-model pakaian terus diperbaharui.

"Karena Lebaran sudah lewat, jadi yang beli sedikit, padahal harganya tetap sedangkan modelnya banyak yang baru," kata Nia.

Pembeli di Pasar Tanah Abang ini bukan hanya masyarakat yang berasal dari Jabodetabek, namun juga mereka yang berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur bahkan Sumatera pun datang ke tempat ini untuk berbelanja baik secara grosir maupun eceran.

Biasanya pembeli dari luar Jakarta dan sekitarnya membeli dalam jumlah banyak untuk dijual kembali di kotanya, dengan harga yang ditawarkan jauh lebih tinggi dibanding standar harga di Jakarta.

"Pembeli dari luar kota biasanya beli secara grosiran untuk dijual lagi, harga jualnya juga mahal,” ujarnya.

Sementara itu pasokan barang yang masuk ke sebagian toko tidak banyak bahkan sekali dibandingkan beberapa bulan lalu, karena para pedagang khawatir akan terjadi penumpukan barang, melihat jumlah penjualan saat ini yang sedang menurun apalagi perkembangan mode pakaian yang semakin pesat.

"Karena penjualan sekarang cuma sedikit, barang yang masuk sekarang sedikit juga supaya tidak numpuk di gudang, dan tidak cepat ketinggalan zaman," tukas salah satu penjaga toko pakaian wanita, Oabuy.



(SAW)