Analis: Perbedaan di NU tak Akan Bawa Perpecahan

Meilikhah    •    Kamis, 06 Aug 2015 19:49 WIB
muktamar nu
Analis: Perbedaan di NU tak Akan Bawa Perpecahan
Pengasuh Ponpes Tebuireng KH Salahuddin Wahid. (Antara/Syaiful Arif)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pelaksanaan Muktamar ke-33 Nahdhatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, diwarnai dengan aksi boikot peserta yang menolak sistem ahlu halli wal aqdi (Ahwa) untuk memilih Rais Aam. Bahkan, keributan itu disinyalir membawa dampak terpecahnya organisasi keislaman yang sudah berdiri hampir 90 tahun itu.

Namun, Analis Politik Karim Suryadi berpendapat keributan kecil dalam pelaksanaan Muktamar antara muktamirin di Alun-alun Jombang dan Pesantren Tebuireng tak akan membawa perpecahan.

"Perbedaan itu tak akan berpengaruh banyak. Insya Allah tak akan diikuti perpecahan," ujar Karim, dalam dialog Primetime News Metro TV, Kamis (6/8/2015).

Menurut Karim, hal yang menguatkan NU tetap satu adalah jemaahnya menghormati paham keulamaan yang selama ini menjadi tradisi organisasi. Bumbu politik yang dikabarkan melatarbelakangi keributan itu pun, kata Karim, tak bisa menggoyahkan marwah NU.

"Marwah NU tak bisa dibawa ke politik meskipun para anggotanya, pengikutnya memiliki orientasi politik berbeda," jelasnya.

Sementara itu, pengasuh pondok pesantren Tebuireng Jombang, KH. Shalahudin Wahid sudah tak lagi mempersoalkan siapa saja yang sudah terpilih sebagai Rais Aamr. Dia berpendapat, bukanlah kapasitasnya mengomentari perbedaan yang terjadi dalam pemilihan 9 anggota tim Ahwa. Meski menerima, Gus Sholah mengakui memang dalam pelaksanaan pemilihan Rais Aam, penyelenggara Muktamar tak menjalankan prosedur dengan benar.

"Enggak ada masalah, sudah selesai. Saya tak punya kepentingan mengomentari. Yang merasa tidak puas Muktamar itu sejumlah PCNU dan PBNU yang menginap di Tebuireng, yang menganggap proses (pemilihan Rais Aam) bermasalah. Tak perlu diperpanjang, biarkan yang tidak puas menentukan sikap," jelas Gus Sholah.


(MEL)

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

5 hours Ago

KPK akan tetap menghadapi proses persidangan selanjutnya yang masuk dalam tahap pembuktian.

BERITA LAINNYA