Bantuan Air Bersih Ludes Diserbu Warga Karangwuni Gunungkidul

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 06 Aug 2015 19:53 WIB
kekeringan
Bantuan Air Bersih Ludes Diserbu Warga Karangwuni Gunungkidul
Warga Desa Karangwuni, Kecamatan Rongkop, Gunungkidul, mengantre bantuan air bersih, Metrotvnews.com/ Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Bencana kekeringan melanda beberapa wilayah di Yogyakarta. Selain di Kabupaten Sleman, kekeringan juga terjadi di Kabupaten Gunungkidul.

Di Desa Karangwuni, Kecamatan Rongkop, Gunungkidul, mobil tangki air milik Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Gunungkidul yang membawa bantuan air sebanyak 5.000 liter langsung habis diserbu warga, Kamis (6/8/2015). Bahkan, beberapa warga mengaku sudah menunggu sejak pagi hari.

Mereka sudah bersiap membawa alat untuk menampung air, seperti ember dan jeriken. "Sudah menunggu sejak pagi hari, lumayan untuk mengurangi pembelian air bersih," kata Tukiman warga setempat.

Tukiman mengaku, selama tiga bulan terakhir warga di Desa Karangwuni sudah membeli air dari tangki swasta dengan harga berkisar Rp150.000 hingga Rp160.000.

"Satu tangki air dengan isi 5.000 liter bisa digunakan tiga minggu sampai satu bulan," ujarnya.

Kepala Desa Karangwuni, Musito mengungkapkan, sebenarnya sudah ada jaringan pipa air sejak tahun 1997, namun sampai sekarang tidak dialiri air. "Sampai sekarang PDAM belum mengaliri air," katanya.

Setiap musim penghujan, ia melanjutkan, warga hanya mengandalkan sumber air dari telaga dan bak Penampungan Air Hujan (PAH) apabila musim kemarau akan kering.

"Saat ini sudah kering, warga harus membeli," akunya.
 


(RRN)

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

14 hours Ago

KPK akan tetap menghadapi proses persidangan selanjutnya yang masuk dalam tahap pembuktian.

BERITA LAINNYA