Selain Mobil, Rian Bawa Dokumen Bernilai Ratusan Juta

Lukman Diah Sari    •    Kamis, 06 Aug 2015 22:02 WIB
pembunuhan asisten presdir xl
Selain Mobil, Rian Bawa Dokumen Bernilai Ratusan Juta
Adik sepupu Ryan. (MTVN/Lukman)

Metrotvnews.com, Garut: Kehilangan Hayriantira, 37, membuat keluarga besarnya syok. Pasalnya saat pergi pada 30 Oktober 2014 dari kediamannya di Kelapa Dua, Depok, sang ibu, Rukmina, 54 tak melihat gelagat aneh putrinya.

"Ya seperti dia biasanya kerja saja. Berangkat bajunya rapih. Waktu itu ada ibunya berkunjung," jelas paman Hayriantira, Yudi Wijayakusuma, di Hotel Cipaganti, Cipanas, Garut, Jawa Barat, Kamis (6/8/2015).

Yudi menuturkan, di hari terakhir Rian meninggalkan rumah, dia pergi menggunakan mobilnya yakni Honda Mobilio warna silver. Namun kini diketahui, mobil tersebut telah dikuasi tersangka AW alias Andy dengan cara tidak sah.

"Dia berangkat dari rumah, bawa mobil itu. Dan mobil itu sekarang yang dikuasai paranormal (Andy-red) itu," bebernya.

Disebut Yudi, selain membawa mobil pada 30 Oktober 2014 Rian juga membawa sejumlah dokumen penting yang bernilai ratusan juta. Namun kini, dokumen ratusan juta milik Rian belum diketahui kelanjutannya karena masih didalami.

"Dia pergi tidak bilang mau kemana. Ya seperti biasanya saja. Yang dibawa waktu itu ada sertifikat rumah dan buku tabungan yang nilainya Rp300 jutaan," jelasnya.

Sebelum diketahui dibunuh, Rian dinyatakan hilang sejak November 2014. Sementara itu, keluarga Rian mencoba melakukan pelacakan sendiri namun tak membuahkan hasil. Hingga pada April kemarin, keluarga Rian mencoba mendatangi kediaman Andy dan menemukan mobil Rian.

Pihak keluarga penasaran. Menurut penuturan Andy, mobil Rian adalah hasil piutang. Namun hal itu dibantah keluarga. Hingga akhirnya dilaporkan ke Polda Metro Jaya, penyidik menemukan adanya pemalsuan dokumen yang dilakukan Andy guna mendapatkan mobil Rian.

Karena penasaran dengan keberadaan Rian, keluarga mendesak Andy. Walhasil, Andy mengakui ke ibu Rian, bahwa dia telah membunuh Rian di kamar nomor 5, Hotel Cipaganti, Garut, Jawa Barat, pada 30 Oktober 2014.


(MEL)