Dubes Cho: Usulan Korsel Sering Tidak Direspons Korut

   •    Jumat, 07 Aug 2015 07:09 WIB
indonesia-korea
Dubes Cho: Usulan Korsel Sering Tidak Direspons Korut
Dubes Cho Taiyoung (Foto: Harianty/MTVN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Hubungan Korea Selatan (Korsel) dengan Korea Utara (Korut) masih belum harmonis. Kedua negara ini secara teknis masih terlibat perang karena Perang Korea pada era 1950-an hanya berakhir dengan gencatan senjata.

Korsel yang dipimpin Presiden Park Geun-hye ingin menyudahi permusuhan berkepanjangan ini. Namun sayangnya, semangat Park kurang mendapat respons positif dari Korut.

"Ibu presiden sudah banyak mengajukan usulan (ke Korut), tapi tidak mendapat jawaban," sebut Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Cho Tai-young, dalam acara ramah tamah di Kedubes Korsel, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2015).

Bertekad mengakhiri ketegangan dengan tetangga terdekatnya itu, Park pun terus menggeber kinerja Kementerian Unifikasi Korea , yang tugas utamanya adalah menyatukan Semenanjung Korea.

"Kami sedang mempersiapkan Komisi Persiapan Unifikasi Korea yang di dalamnya terdiri dari instansi swasta dan pemerintah. Komisi ini diketuai langsung oleh Ibu Presiden," kata Dubes Cho.

"Wakil ketua Komisi Unifikasi Korea di isi oleh dua orang. Yang pertama dari pihak pemerintah dan yang satu lagi dari pihak swasta," sambung dia.

Warga sipil menjadi pihak yang paling dirugikan dalam hubungan buruk kedua negara. Banyak warga Korsel yang sudah lama hidup terpisah dengan sanak familinya di Korut, begitu juga sebaliknya.

Penulis: Nabila Gita


(WIL)