Perpres Belum Keluar, Menhub Beri Sinyal Groundbreaking LRT Batal

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 07 Aug 2015 07:57 WIB
lrt
Perpres Belum Keluar, Menhub Beri Sinyal <i>Groundbreaking</i> LRT Batal
Menhub Ignasius Jonan -- FOTO: ANTARA/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: ‎Groundbreaking proyek kereta ringan atau light rapit transit (LRT) diprediksi bakal batal di 17 Agustus 2015. Sebab, Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur pembangunan LRT belum juga keluar.

Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan men‎gakui Perpres pembangunan LRT belum juga keluar. Padahal berkas Perpres pembangunan LRT tersebut telah masuk ke meja Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Perpres belum keluar, berkas sudah masuk tinggal tanda tangan dar‎i Presiden Jokowi," ucap Jonan, ketika ditemui di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2015.

‎Sampai saat ini, berkas LRT tersebut belum ditandatangani oleh Jokowi. Namun yang jelas berkas itu sudah ada di meja mantan Wali Kota Solo tersebut. "Perpres belum keluar, yang tanda tangan (Perpres) itu kan bukan saya tapi sudah diberikan ke Presiden," jelas dia.

Perpres pembangunan LRT ini diperlukan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI)‎ agar memiliki keabsahan yang kuat dimata hukum. Sebagaimana diketahui sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno mengatakan LRT menjadi proyek BUMN prioritas.

"Insya Allah akhir tahun bisa dimulai," kata dia.

Rini juga tak bisa menyebutkan tanggal pasti pembangunan proyek yang dilimpahkan kepada PT Adhi Karya Tbk. Rini masih harus mendiskusikan kembali rencana pembangunan dua megaproyek LRT dan kereta cepat (High Speed Railways/HSR) ini.

"Kita akan rapat lagi akhir bulan ini untuk menentukan apakah kedua proyek bisa dibangun tahun ini," tegas dia. Meski demikian, Rini menaruh harapan proyek LRT Jabodetabek gagasan Presiden Jokowi bisa dibangun tahun ini.

LRT adalah proyek transportasi yang diproyeksikan mengurangi kemacetan di ibu kota. Tiongkok berada dibarisan terdepan yang akan digandeng sebagai rekanan telah menyelesaikan uji kelayakan tingkat 1. Rencananya, LRT akan dimulai 17 Agustus 2015, proyek ini bisa rampung selama dua tahun atau akhir 2016. Misalnya total nilai proyek LRT rute Cibubur-Dukuh Atas senilai Rp7 triliun.

Adhi Karya menargetkan bisa menerima pembayaran dari pemerintah setengah dari nilai proyek. Pemerintah berkomitmen akan membeli proyek LRT setelah dikerjakan oleh BUMN konstruksi ini.


(AHL)