Laba Perusahaan Media Lemah, Wall Street Terdepak

Ade Hapsari Lestarini    •    Jumat, 07 Aug 2015 08:10 WIB
wall street
Laba Perusahaan Media Lemah, Wall Street Terdepak
Ilustrasi aktivitas di bursa Wall Street. Reuters/Lucas Jackson

Metrotvnews.com, New York: Wall Street berakhir melemah tajam pada perdagangan Kamis waktu setempat. Pelemahan ini disebabkan laporan laba dari perusahaan media yang lemah.

Banyak investor sedang khawatir bahwa lebih banyak pemirsa yang mulai meninggalkan TV kabel, sehingga menyeret sektor itu mengalami kerugian terburuk selama dua hari sejak krisis keuangan.

Aksi jual ini diperparah oleh kegugupan menjelang data pekerjaan utama pada hariJumat yang bisa memberikan petunjuk tentang waktu pertama Federal Reserve menaikkan suku bunga setelah hampir satu dekade.

Saham Viacom turun 14,22 persen ke posisi terendah dalam hampir empat tahun setelah melaporkan perkiraan pendapatan kuartalan lebih rendah karena kelemahan dalam bisnis TV kabelnya. Sementara itu saham Walt Disney merosot 1,79 persen dan makin melemah pada sesi kedua setelah menurunkan keuntungan perusahaan satuan jaringan kabel tersebut.

Indeks media S & P 500 .SPLRCMDIA kehilangan 2,12 persen dan merupakan kejatuhan terbesar sejak November 2008, di mana saham Time Warner, Comcast, CBS, dan Twenty Century Fox turun 6,4 persen, semua bergerak di jalur merah.

"Semua saham media turun dan tampaknya orang-orang hanya ingin keluar dari sektor ini," kata analis CLSA Vasily Karasyov, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (7/8/2015).

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,69 persen menjadi 17.419,75, indeks S & P 500 melemah 0,78 persen menjadi 2.083,56. Kemudian indeks Nasdaq Composite turun 1,62 persen ke 5.056,44, jatuh terbesar satu hari sejak awal Juli.

Selain itu, para investor juga gelisah menjelang rilis data non-farm payroll AS, yang diperkirakan telah meningkat menjadi 223.000 pada Juli. The Fed mengatakan akan menaikkan suku bunga hanya ketika melihat adanya pemulihan dalam perekonomian.

Sekitar 7,8 miliar lembar saham berpindah tangan pada semua bursa AS, jauh di atas rata-rata dalam lima sesi terakhir sebesar 6,77 miliar lembar saham, demikian menurut data BATS Global Markets data.


(AHL)

Lokasi Sidang Praperadilan Novanto Dijaga Ketat

Lokasi Sidang Praperadilan Novanto Dijaga Ketat

33 minutes Ago

Tak sembarang orang bisa masuk ke lokasi sidang praperadilan Ketua  DPR Setya Novanto itu.…

BERITA LAINNYA