Pasokan Berlimpah Masih Tekan Harga Minyak

Antara    •    Jumat, 07 Aug 2015 08:46 WIB
minyak mentah
Pasokan Berlimpah Masih Tekan Harga Minyak
ILUSTRASI FOTO: AFP PHOTO

Metrotvnews.com, New York: Harga minyak kembali turun dan menjadi perdagangan yang cukup suram, karena kelebihan pasokan minyak mentah global tampak mengakar dan prospek permintaan lemah.

AFP melansir, Jumat (7/8/2015), harga patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September, turun 49 sen menjadi USD44,66 per barel di New York Mercantile Exchange, penutupan di bawah USD45 untuk pertama kalinya sejak Maret.

Kontrak WTI sekarang hampir USD1 AS di atas tingkat penutupan terendah dalam enam tahun. Minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan September, acuan internasional, ditutup menjadi USD49,52 per barel di perdagangan London, atau turun tujuh sen dari sehari sebelumnya.

"Minyak tampak tidak bisa beristirahat sekarang karena kami melihat prospek permintaan secara keseluruhan negatif, dengan ketakutan Fed akan menaikkan suku bunga dan kekhawatiran tentang permintaan di Tiongkok," kata analis Price Futures Group, Phil Flynn.

Berlimpahnya minyak mentah sebagian besar mengakibatkan penurunan harga sekitar 50 persen sejak pertengahan 2014. Amerika Serikat memproduksi minyak mentah pada tingkat tinggi dan produksi oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) terus melebihi kuota kartel 30 juta barel per hari.

Kelebihan pasokan global saat ini berjalan pada dua juta barel per hari, dibandingkan dengan 1,8 juta barel selama enam bulan pertama tahun ini, menurut sebuah laporan yang dirilis oleh Goldman Sachs, Kamis.

Selain itu, para investor sedang menunggu penambahan pasokan minyak yang masuk ke pasar sebagai bagian dari kesepakatan bersejarah bulan lalu antara enam besar kekuatan dunia dengan Iran atas program nuklirnya. Dalam pertukaran untuk membatasi program nuklirnya, Teheran akan mendapat pencabutan sanksi, yang telah memangkas ekspor minyaknya.

"Surplus pasokan/permintaan saat ini merupakan salah satu unsur yang menjadi perhatian, tetapi ada juga tampak memperbarui kekhawatiran yang mungkin terjadi atas pencabutan sanksi Iran karena kampanye Presiden Barack Obama untuk dukungannya terlihat membatasi potensi penolakan kongres," kata Tim Evans dari Citi Futures.

Anggota parlemen AS akan memilih pada September tentang apakah untuk mendukung kesepakatan bersejarah tersebut. Para pedagang juga sedang menunggu laporan penting ketenagakerjaan AS untuk Juli yang akan dirilis pada Jumat. Data ini diharapkan menjadi penggerak utama dolar, dan sebagai akibatnya, memiliki dampak potensial terhadap minyak mentah yang dihargakan dalam dolar.

Selain itu, sinyal-sinyal ekonomi yang bervariasi telah meninggalkan prospek untuk laporan penggajian AS tak pasti. Rata-rata, para analis memperkirakan tingkat pengangguran akan tetap tidak berubah pada 5,3 persen, tingkat terendah tujuh tahun, dan pertumbuhan lapangan kerja akan berlanjut pada kecepatan sedang.


(AHL)

Hakim Tolak Eksepsi KPK

Hakim Tolak Eksepsi KPK

50 minutes Ago

Itu berarti, proses praperadilan terhadap Novanto bakal dilanjutkan ke tahap pembuktian.

BERITA LAINNYA