Jokowi Akui Ada Tiga Masalah dalam KJS

- 21 Mei 2013 01:29 wib
ANTARA/M Agung Rajasa/zn
ANTARA/M Agung Rajasa/zn

Metrotvnews.com, Jakarta: Belasan rumah sakit swasta mundur sebagai peserta layanan kesehatan Kartu Jakarta Sehat (KJS). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mengevaluasi program kesehatan bagi warga miskin dan rawan miskin itu.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengakui, ada tiga permasalahan yang menyebabkan sistem KJS tidak berjalan maksimal.

Permasalahan pertama, rumah sakit swasta dinilai terlalu berorientasi pada tujuan mengambil keuntungan (profit oriented).

"Kedua, dulunya yang namanya biaya-biaya terlalu tidak dikendalikan dengan sebuah manajemen kontrol yang baik. Biaya-biaya yang tidak efisien. Sehingga angka Rp23.000 itu masih dirasa tidak cukup," tutur Jokowi di Balaikota Jakarta, Senin (20/5).

Permasalahan terakhir, lanjutnya, terkait penggunaan sistem Indonesian Case Basic Groups (INA CBG's). Pada sistem tersebut, penggunaan/pemilihan obat juga diatur. "Kalau dulu, orang mau pakai obat apapun kan bisa diputuskan sendiri. Sekarang kan semuanya diatur dengan sistem," kata mantan Wali Kota Surakarta tersebut.

Salah satu solusi untuk mengatasi kecilnya klaim adalah menaikkan premi. Namun, dia masih berpikir ulang tentang kenaikan biaya premi itu. Sebab, itu berarti biaya yang harus ditanggung Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) membengkak.

Dia mengaku tidak ingin membebani APBD dengan permasalahan-permasalahan KJS. "Kita juga tidak mau setiap masalah naikin anggaran. Kita juga mau memperbaiki sistem-sistem yang sudah lama dan memang sudah dibenahi. Tapi ini bukan pada sistemnya melainkan pada ketiga permasalahan tadi itu," jelas Jokowi.

()

MESKI sudah tercapai kata islah atau damai, namun kubu Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma…