Oknum Polri Selundupkan Gula, Pemerintah diminta Investigasi

- 21 Mei 2013 11:37 wib

Metrotvnews.com, Jakarta: Koordinator Indonesia Sugar Watch (ISW) Edi Widodo telah mengirim surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) untuk meminta Kapolri membentuk tim khusus pemberantasan penyeludupan gula ilegal di Kalimantan Barat.

Hal ini terkait tertangkapnya gula selundupan Malaysia  milik anggota polisi di Kalimantan Barat oleh tim gabungan operasi Badan Intelejen Strategis serta TNI, dua hari lalu. Menurut Edi, kasus ini akan semakin memperburuk citra kepolisian yang identik dengan kepemilikan rekening tidak halal para anggotanya.

"Padahal, baru saja masyarakat dikagetkan dengan adanya rekening gendut milik seorang anggota polisi Aiptu Labora Sitorus dari Papua Barat dalam jumlah yang bukan main besarnya yaitu sekitar Rp1,5 Trilyun, yang makin memperburuk citra Polri," ungkap Widodo dalam rilisnya, Selasa (21/5).

Gula ilegal dari Malaysia yang merugikan negara itu, ungkapnya, sengaja diloloskan dari Balai Karangan. Diceritakan, pada Kamis (16/5) sore anggota Kodim 1207 ABW bersama Badan Intelijen Strategis Mabes TNI, menggerebek sebuah gudang penimbunan di Jalan Husein Hamzah, Pal V, Pontianak Barat.

Disitu, kata Edi, tertimbun ratusan karung gula yang diperhitungkan berjumlah 448 karung atau 22,4 ton yang dipasok dari Sarawak, Malaysia, milik oknum anggota Polisi setempat.

Diperinci oleh aparat TNI, sebanyak 90 karung masing-masing seberat 50 kilogram per karung. Dan sejumlah 98 karung milik oknum Polri setempat. Gula-gula ilegal tersebut, Widodo menduga, telah lama membanjiri pasar Kota Pontianak dan kota-kota lainnya sehingga gula resmi tak bisa dijual.

Karena dibekingi, gula yang membanjiri Kalbar itu diangkut menggunakan truk dan selalu lolos dari pos penjagaan maupun polsek-polsek di sepanjang jalan Balai Karangan hingga Kota Pontianak. Selama setahun terakhir, lanjut Widodo, pengiriman gula ilegal berjalan lancar, meskipun melintas di depan Polsek di sepanjang jalan menuju Kota Pontianak.

"Jika satu hari bisa didatangkan sekitar 100 ton maka dalam sebulan gula illegal yang masuk Kalimantan Barat mencapai 3000 ton. Negara dirugikan hampir kurang lebih 2,1 milyar yaitu dengan keuntungan 700 rupiah perkilo gramnya," papar Widodo.

ISW mendesak Kapolri segera menurunkan tim untuk menangkap dan meyelidiki maraknya penyeludupan gula yang melibatkan oknum anggota polisi Kalimantan Barat yang tidak tertutup kemungkinan didukung oleh petinggi petinggi Polda Kalimnatan Barat. ISW juga meminta Kapolri menindak tegas anggotanya yang melakukan penyeludupan gula ilegal dari Malaysia. (Muhammad Fauzi)

()

METRO
DAERAH

Siapa Mau Jadi Menteri (7)

20 Agustus 2014 22:39 wib

Mata Najwa, Rabu (120/08/2014): Mata Najwa episode kali ini membahas tema 'Siapa Mau Jadi Menteri'. Hadir di Mata Najwa kali ini Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, Menteri BUMN Dahlan Iskan.