Mudik Jakarta-Jawa Tengah Ditargetkan 16 Jam

- 21 Mei 2013 20:14 wib
Ilustrasi--ANTARA/Rosa Panggabean/fz
Ilustrasi--ANTARA/Rosa Panggabean/fz

Metrotvnews.com, Jakarta: Kendaraan yang bertumpuk di jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa pada musim mudik Hari Raya Idul Fitri setiap tahun membuat Kepolisian RI berpikir keras mencarikan solusinya.

Waktu perjalanan dari Jakarta ke arah Jawa Tengah yang pada periode puncak bisa mencapai seharian pun diupayakan dipangkas.

Wakil Kepala Korps Lalu-lintas Polri Brigjen Agung Budi Maryoto menyatakan, pihaknya sudah menargetkan perjalanan musim mudik tahun 2013 yang diperkirakan terjadi sekitar Agustus ini hanya mencapai 16 jam. Durasi perjalanan itu ditargetkan untuk diterapkan dari Jakarta ke perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah, yakni Kota Brebes.

"Untuk persiapan mudik, kita jabarkan kebijakan Kapolri (Jenderal Timur Pradopo), dipatok, keluar Jakarta sampai perbatasan Jawa Tengah enggak boleh lebih 16 jam," cetusnya, di Jakarta, Selasa (21/5).

Upaya mereduksi kemacetan itu dilakukan lewat koordinasi lebih intensif dengan sejumlah institusi yang berwenang dalam urusan jalan raya. Antara lain, Kementerian Perhubungan, kementerian Pekerjaan Umum, dan Dinas Perhubungan di tiap wilayah.

"Dalam kebijakan lalu-lintas, harus bersinergi. Polisi sendiri saja enggak bisa menanganinya," aku dia.

Di samping itu, ada pula pengaturan jadwal jenis kendaraan yang melintas di jalur ini. Misalnya, kendaraan berat tak boleh melintas di musim puncak mudik.

"Kita lakukan juga <>roundtable<>, diksusi, dengan beberapa pihak, (seperti) MTI (Masyarakat Transportasi Indonesia), dan pemerhati lalu lintas lain, untuk menggodok kebijakan ini. Harapannya ada <>output<> untuk kurangi kecelakaan," tutur Agung.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro Penerangan Masyrakat Polri Brigjen Boy Rafli Amar mengimbau masyarakat untuk tak membawa anak-anak dalam mudik jarak jauh dnegan menggunakan sepeda motor. Pasalnya, mudik dengan kendaraan jenis ini sangat rentan bagi keselamatan dan kesehatan anak.

"Jangan bawa anak-anak mudik berjam-jam di atas sepeda motor," ujarnya. "Semua berpulang untuk keselamatan keluarga," imbuh dia.

Peringatan ini ia sampaikan terkait pelajaran kasus tewasnya seorang balita saat mudik dengan menggunakan kendaraan roda dua, dua tahun lalu. Sang ibu baru menyadari anaknya tewas saat sampai di tempat tujuan. Diduga, ia tak punya ruang cukup untuk bernafas akibat terhimpit pengendara motor dan ibunya.

"Cerita sedih itu jangan sampai terulang," tutup Boy. (Arif Hulwan)

()

POLITIK
PERISTIWA
INTERNASIONAL
DAERAH

Mata Najwa: Melawan Arus

02 September 2014 21:09 wib

Mata Najwa: Perbedaan pendapat merupakan hal yang umum terjadi dan dijamin kebebasannya dalam UU negara. Namun ternyata di negara demokratis ini, perbedaan pendapat dan pandangan justru sulit diterima di sejumlah partai politik.  Sejumlah anggota yang memilih untuk melawan arus, harus menghadapi resiko menerima sanksi.  Reformasi dalam partai politik pun seakan tak berbunyi. Sebagai pilar demokrasi, partai politik malah jadi sumber masalah. Kaderisasi tak berjalan, hanya mencari kawan yang sepaham, sementara idealism tak lagi diusung ke depan.   Namun sikap para politikus pun harus ditelaah.  Apakah keberpihakan mereka memang sungguh mengikuti hati nurani, mendengar suara rakyat dan idealisme atau hanya membungkus sikap pragmatis. Mata Najwa mengundang politikus senior Lily Wahid yang pernah membuat gebrakan di PKB. Lily melawan kebijakan partai saat duduk di kursi DPR, menggugat kasus Century dan mengusung hak angket mafia pajak. Serta Yusuf Supendi yang terus mengkritisi ketidak-adilan elit partai yang didirikannya, PKS. Dari jalur politik terkini, hadir pula sebagai narasumber politikus partai Demokrat, Ruhut Sitompul, politikus partai Gerindra, Harris Indra dan politikus partai Golkar, Nusron Wahid. Ketiganya menghadapi situasi yang berbeda-beda, meski sama-sama melawan arus kebijakan partainya dengan mendukung Jokowi. Pengamat politik, Yunarto Wijaya juga hadir untuk memberikan gambaran mengenai kondisi partai politik Indonesia saat ini.  Saksikan selengkapnya hanya di Mata Najwa, Rabu 3 September 2014 pukul 20:05 WIB di Metro TV.