Kasus Simulator, PT CMMA Pinjam Nama Perusahaan Lain

- 21 Mei 2013 21:40 wib
Budi Susanto--ANTARA/Wahyu Putro A/fz
Budi Susanto--ANTARA/Wahyu Putro A/fz

Metrotvnews.com, Jakarta: Upaya memastikan PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (PT CMMA) milik Budi Susanto memenangkan lelang pekerjaan lelang simulator, ternyata banyak perusahaan yang dipinjam namanya sebagai peserta lelang dan dijadikan sebagai peserta pendamping.

Pengadaan Driving Simulator Uji Klinik Pengemudi R-2 dan pengadaan Driving Simulator Uji Klinik Pengemudi R-4 tahun anggaran 2011 menjadi proyek di Korlantas Mabes Polri.

Hal itu dikemukakan saksi Warsono Sugantoro alias Jumadi, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta dengan terdakwa Djoko Susilo, Selasa (21/5).

Jumadi yang konsultan proyek itu, mengaku diminta Sukotjo Sastronegoro direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia (PT ITI) untuk menyiapkan perusahaan-perusahaan tertentu untuk dijadikan sebagai peserta pendamping dalam proses pelelangan. Dalam dakwaan, disebutkan bahwa permintaan Sukotjo itu sendiri berawal dari perintah Budi pada Januari 2011, untuk membuat seolah-olah pelelangan memang dilakukan.

Nama-nama perusahaan yang kemudian dipinjam namanya sebagai peserta pendamping untuk mengikuti lelang tersebut adalah PT Bentina Agung, PT Digo Mitra Slogan, PT Kolam Intan Prima, dan PT Pharma Kasih Sentosa. Parlin Saragih pemilik PT Pharma Kasih Sentosa yang juga didatangkan sebagai saksi dalam sidang bersama Jumadi, mengaku tidak tahu menahu perusahaannya didaftarkan sebagai peserta lelang tersebut. "Diambil dari arsip tanpa izin," terangnya.

Perihal pencurian itu diakui oleh Jumadi. Menurutnya, dia bekerja sama dengan orang dalam perusahaan untuk bisa mendapatkan datanya dan didaftarkan sebagai peserta lelang. Adapun untuk jasanya, dia mengaku mendapat fee beberapa kali, yakni dengan besaran Rp53 juta dan Rp20 juta. Meski tak ingat mana yang diberikan lebih dahulu, Jumadi ingat betul bahwa dia juga diberi uang tambahan lagi dari Sukotjo.  "Saya ditambahin Rp5 juta karena ke Bandung untuk urusan simulator SIM-ya," akunya.

Terkait perusahaan-perusahaan pendamping mereka mengikuti pendaftaran penawaran pekerjaan. Dalam pengadaan Driving Simulator Uji Klinik Pengemudi R-2 TA 2011, ada lima perusahaan peserta, yakni PT Bentina Agung, PT Digo Mitra Slogan, PT Kolam Intan Prima, PT Pharma Kasih Sentosa, dan PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (PT CMMA). Sementara itu perusahaan-perusahaan pendamping yang mengikuti pengadaan Driving Simulator roda empat ada tujuh, yakni PT Digo Mitra Slogan, PT Bentina Agung, PT Pharma Kasih Sentosa, PT Kolam Intan Prima, PT Dasma Pertiwi Sakti, PT Inovasi Teknologi Indonesia (PT ITI), dan PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (PT CMMA).

Supaya PT CMMA menjadi pemenang, perusahaan itu dinyatakan lulus administrasi dan teknis. Sementara itu pada saat evaluasi administrasi, PT Inovasi Teknologi Indonesia (PT ITI) dan PT Dasma Pertiwi Sakti tidak memasukkan dokumen penawaran. Di sisi lain, PT Kolam Intan Prima dan PT Pharma Kasih Sentosa memasukkan dokumen penawaran, tetapi administrasinya dibuat tidak lengkap.

Lalu di tahap evaluasi teknis, dokumen teknis PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (PT CMMA) dibuat lengkap dengan membawa Driving Simulator Uji Klinik Pengemudi R-2 dan Driving Simulator Uji Klinik Pengemudi R-4 untuk demo teknis. Sebaliknya, dokumen teknis PT Bentina Agung dan PT Digo Mitra Slogan dibuat tidak lengkap dan tidak membawa Driving Simulator Uji Klinik Pengemudi R-2 dan Driving Simulator Uji Klinik Pengemudi R-4 untuk demo teknis.

Dalam dakwaan diterangkan bahwa berkat semua rekayasa itu, akhirnya hanya PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (PT CMMA) yang melakukan demo teknis Driving Simulator Uji Klinik Pengemudi R-2 dan Driving Simulator Uji Klinik Pengemudi R-4 di Aula Djayusman di Kantor Korlantas Polri, di hadapan Djoko Susilo dan Panitia Pengadaan. Panitia Pengadaan lantas mengusulkan dan menetapkan PT CMMA yang beralamat di Jalan Raya Narogong KM 11,5 Pangkalan 2 Bantar Gebang, Bekasi, sebagai pemenang lelang atau penyedia barang.

Rekaya dalam proses lelang untuk membuat kesan seolah tender mamang betul-betul dilakukan, bukanlah barang baru. Sebagai konsultan proyek, Jumadi menerangkan bahwa hal itu sudah sering dilakukannya. Dia biasa meminjam nama-nama perusahaan dalam tender. Untuk perusahaan yang akhirnya dimenangkan, biasanya pemilik baru dihubungi saat sudah menang dan melihat kontraknya.

Dalam kesaksian di Pengadilan Tipikor, dia bahkan mengungkap ada kawasan yang sering didatanginya untuk mencari perusahaan yang bisa dicatut namanya. "Di Kebon Sirih banyak perusahaan bisa dipinjam, itu biasa, dalam rangka keperluan tender," ungkapnya. (Hera Khaerani)

()

MESKI sudah tercapai kata islah atau damai, namun kubu Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma…