Dirjen Peternakan Kementan Mengaku Dipaksa Fathanah

- 22 Mei 2013 12:24 wib
bo/metro tv
bo/metro tv

Metrotvnews.com, Jakarta: Sidang perkara suap kepengurusan kuota impor sapi di Kementerian Pertanian kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Selatan, Rabu (22/5). Sidang dengan terdakwa Direktur PT Indoguna Utama, Juard Effendi dan Aria Abdi Effendi, mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi.

Salah satu saksi adalah Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Syukur Irwantoro. Ia mengaku PT Indoguna pernah mengirim surat meminta penambahan kuota impor daging.

"Intinya minta penambahan kuota impor tahun 2012 sekitar 500 ton," kata Syukur dalam kesaksiannya di hadapan majelis hakim

Menurut Syukur, surat diteruskan ke Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Pasca-Panen Kementerian Pertanian, Ahmad Junaedi. Syukur meminta surat dikaji karena di luar prosedur. "Akhirnya permohonan ditolak," tegasnya.

Dijelaskan Syukur, permohonan tambahan kuota impor daging sudah ada masanya dan ditetapkan dalam rapat koordinasi terbatas setingkat kementerian, di bawah koordinasi Menteri Koordinator Perekonomian.

Setelah penolakan, datang seseorang yang mengaku bernama Ahmad Fathanah pada pertengahan November 2012. "Dia memperkenalkan diri, utusan Ustaz Luthfi (Luthfi Hasan Ishaaq) minta bantuan untuk penambahan impor daging," kata Syukur.

Syukur mengaku menjelaskan ke Fathanah, yang kini juga berstatus tersangka pengurusan izin impor daging sapi, bahwa semua ada prosedur dan aturan mainnya. Syukur meminta Fathanah mengikuti prosedur yang ada. "Tapi, dia (Fathanah) memaksa," kata Syukur.

Sebelum datang, terang Syukur, Fathanah pernah memberinya surat. Tapi Syukur meminta Fathanah membawa pulang surat tersebut.

"Tapi dia (Fathanah) desak dan suratnya saya bawa dan saya simpan di meja. Saya tinggal rapat, habis itu dia tidak tanya lagi," jelas Syukur.

Menurut Syukur, awal pertemuannya dengan Fathanah terjadi seusai rapat anggaran Kementerian di Hotel Santika. Dia saat itu memperkenalkan diri dan mengatakan kapan-kapan akan menghadap.

Fathanah dan Mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq juga ditetapkan sebagai tersangka kasus suap impor daging sapi. Dalam pengembangan penyidikan, KPK menjerat keduanya dengan pasal pencucian uang. Uang Fathanah mengalir ke sejumlah perempuan, yang sebagian besar biduanita.

Selain Syukur, empat saksi lain yang juga dihadirkan, yakni Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Pasca Panen Kementan, Ahmad Junaedi, Kepala Sub Direktortat di Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, Kasubdit Sarana III di Kementan, Ewin Sueb, serta Sekretaris Menteri Pertanian, Baran Wirawan.

()

MESKI sudah tercapai kata islah atau damai, namun kubu Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma…