Nusron: Daripada Gugat Hasil Muktamar NU, Lebih Baik Pikirkan Petani

Teguh Nirwahyudi    •    Minggu, 09 Aug 2015 09:52 WIB
muktamar nahdlatul ulama
Nusron: Daripada Gugat Hasil Muktamar NU, Lebih Baik Pikirkan Petani
Nusron Wahid (tengah) di kediaman Muhaimin Iskandar, Ciganjur, Jakarta Selatan, Minggu, (26/7). Foto: MI/Atet Dwi

Metrotvnews.com, Jombang: Ketua Umum PP GP Ansor Nusron Wahid mengimbau seluruh pengurus Nahdlatul Ulama dari pengurus besar hingga ranting kembali fokus melakukan pendampingan dan pelayanan terhadap warga nahdliyin.

Ia mengimbau pengurus tidak perlu lagi memperpanjang urusan muktamar ke-33 NU di Jombang, Jawa Timur.

"Urusan muktamar NU sudah tutup buku, sudah selesai. Tidak ada manfaatnya kita perbincangkan terus. Umat sudah menanti kiprah NU yang lebih konkret dalam menjawab perubahan dan dinamika masyarakat," kata Nusron, yang juga menjadi salah seorang anggota formatur muktamar ke-33, di Jombang, Minggu (9/8/2015).

Sebagai organisasi keagamaan terbesar dan sudah berpengalaman, menurut Nusron, NU sudah terbiasa menghadapi perbedaan pendapat dan dinamika pemikiran.

"Di NU, ada beragam model tokoh. Kalau ada konflik dan gesekan, itu biasa. Tapi nanti sejalan dengan waktu, juga akan baik lagi. Saat ini, bangsa Indonesia dan dunia butuh NU. Sudah saatnya untuk bersatu dan bersinergi," tegasnya.

Tapi, kalau masih ada pihak yang kecewa dan ingin menggugat hasil muktamar, Nusron melihat sikap itu bukan cerminan sikap NU.

Daripada ribut terus-menerus soal muktamar, Nusron mengatakan, lebih baik NU fokus mengatasi gagal panen para petani akibat kemarau panjang ini.

"Bukankah sebagian besar petani warga NU. Kapan diurusnya kalau hanya ribut soal muktamar. Kayak kurang kerjaan saja. Nggak tahu ya kalau orang-orang itu memang tidak ada pekerjaan lain, kecuali muktamar, " kata Nusron.


(UWA)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA