Satgasus Panggil Pejabat di Kementerian Perindustrian

Budi Ernanto    •    Minggu, 09 Aug 2015 11:32 WIB
dwelling time
Satgasus Panggil Pejabat di Kementerian Perindustrian
Kabid Humas Polda Metro Jaya M Iqbal,--Foto: Dok/Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyidik Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Polda Metro Jaya memanggil dua pejabat setingkat direktur di Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terkait kasus suap dan gratifikasi bongkar muat (dwelling time) di Pelabuhan Tanjung Priok.

"Keduanya kemungkinan akan datang hari ini atau Selasa (11 Agustus) besok," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes M Iqbal, Minggu (9/8/2015).

Dijelaskan Iqbal, kedua pejabat tersebut berkapasitas sebagai saksi dan hanya akan dimintai keterangan seputar dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok.

Iqbal mengatakan penyidik belum menjadwalkan kembali pemeriksaan terhadap pihak Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Salah satu penyidik Satgasus mengatakan, pemeriksaan terhadap pihak Kemenperin dilakukan setelah penyidik mengkaji dokumen yang didapat dari hasil penggeledahan di Kemendag.

Dikatakannya ada ketidaksesuaian data mengenai Kemenperin sebagai salah satu pemberi rekomendasi izin impor dengan fakta di Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Daglu) Kemendag.

"Keterangan yang diminta dari orang Kemenperin terkait perizinan importir dan persetujuan impor," katanya.

Penyidik tersebut juga mengatakan pihaknya akan mencari tahu apakah ada juga oknum yang bermain dalam pengurusan izin impor di Kemenperin. Menurutnya urusan perizinan impor tidak hanya ada di Daglu Kemendag. Demikian juga untuk pengaturan kuota karena untuk bisa memodifikasi kuantitasnya disebutkan oknum akan mendapat bayaran yang cukup menggiurkan.

"Industri-industri yang mau impor harus ke Kemenperin. Mereka harus urus surat persetujuan impor (SPI) dan juga kuota. Nah, kalau ada oknum, biasanya yang dimainkan pengurusan SPI diperlama, lalu kuota ditambah. Penambahan kuota itu bertujuan untuk rusak harga komoditas di pasar," tandasnya.


(MBM)