Aksi Serikat Pekerja JICT Harus Paparkan Fakta Potensi Kerugian

Arif Wicaksono    •    Minggu, 09 Aug 2015 13:18 WIB
pelindo
Aksi Serikat Pekerja JICT Harus Paparkan Fakta Potensi Kerugian
Ilustrasi Pelabuhan ANTARA FOTO/NOVI ABDI

Metrotvnews.com, Jakarta:  Ketua Komite Pengawas Jakarta International Container Terminal (JICT) Erry Riyana menyayangkan ketidaksetujuan terhadap kebijakan perusahaan yang dilampiaskan oleh aksi Serikat Pekerja JICT dengan aksi yang berdampak negatif bagi JICT dan masyarakat luas.

Komite Pengawas mempertanyakan penolakan terhadap perpanjangan kerja sama pengelolaan JICT yang menjadi salah satu tuntutan serikat pekerja. Menurut Erry, Serikat Pekerja tidak memiliki hak atau kewajiban menilai kebijakan perusahaan, kecuali nyata-nyata ditemukan bukti adanya penyimpangan. Tentunya penyimpangan itu harus didukung oleh fakta yang sah dan meyakinkan.

"Bukan sekadar dugaan atau informasi tapi berdasarkan asumsi," kata Erry dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (9/8/2015).

Selain itu, menurut Erry, dalam pertemuan Komite Pengawas dengan SP JICT pada 5 Februari 2014, perwakilan karyawan menyatakan dukungan terhadap perpanjangan kerja sama.

Ketika itu, SP JICT khawatir bila tak lagi di bawah Hutchison, maka kesejahteraan mereka akan berkurang. Erry menjelaskan dari informasi yang diterima Komite Pengawas, kondisi kerja di JICT sudah semakin membaik. Aspek keamanan kerja dan track record keselamatan kerja sudah bagus.

Baru-baru ini, JICT memperoleh penghargaan sebagai Terminal Petikemas terbaik di Asia yang diselenggarakan oleh Asian Freight, Logistics and Supply Chain pada 2015. Bahkan, kompensasi yang diterima oleh pekerja di JICT di atas rata-rata pekerja di pelabuhan lain.

Contohnya, untuk operator crane petikemas dengan ijazah lulusan sekolah menengah, penghasilan per bulan minimum mencapai Rp 21 juta. Tidak hanya kepada Komite Pengawas, dukungan SP JICT terhadap perpanjangan kerja sama juga disampaikan terbuka melalui resolusi Cikopo yang ditandatangani pengurus SP JICT pada Oktober 2014.

Resolusi tersebut berisi dukungan terhadap proses perpanjangan kerja sama JICT dengan beberapa persyaratan seperti jaminan kesejahteraan dan jaminan keamanan kerja dan pola karir yang jelas.

“Karena itu, kami mendorong adanya dialog antara manajemen Pelindo II dan SP JICT. Erry menyatakan, Komite Pengawas merasa yakin, solusi bisa dicapai kedua belah pihak tanpa ada aksi-aksi yang merugikan kepentingan public,” kata dia.


(SAW)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA