Pemerintah Harus Redam Harga Tanah Ibu Kota yang Semakin Liar

Dian Ihsan Siregar    •    Minggu, 09 Aug 2015 14:28 WIB
dki jakarta
Pemerintah Harus Redam Harga Tanah Ibu Kota yang Semakin Liar
Tanah kosong Ibu Kota yang dikepung gedung-gedung -- MI/Atet Dwi Pramadia

Metrotvnews.com, Jakarta: Harga tanah di DKI Jakarta menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Harga jual tanah sangat tinggi terjadi akibat pemerintah melepas semua tanggung jawab terkait penjualan harga tanah yang sudah jauh di atas Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi meminta pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) atau Badan Pertanahan Negara (BPN) agar meredam permasalahan harga tanah yang tinggi saat ini. Sebab, negara yang seharusnya paling menentukan dan bertanggung jawab.

"Pemerintah bertanggung jawab, karena negara punya kewajiban agar tanah tidak semakin liar," kata Tulus ketika berbincang di kawasan Cikini, Jakarta, Minggu (9/8/2015).

Konflik terkait masalah kepemilikan tanah tidak akan terjadi bila harga tanah dipantau dengan baik. "Karena mereka tahu harga tinggi, maka dijual tinggi. Kalau bisa dipantau, tidak akan ada konflik," jelas dia.

Anggota DPD RI Abdul Aziz Khafia menambahkan, pemerintah harus segera menyelesaikan harga jual beli tanah. Sebab, harga jual tanah saat ini sudah melewati batasan dari NJOP.

Dengan adanya sikap tegas dari pemerintah, mafia tanah yang kini merajalela pun bisa diberantas. "Penentuan harga tanah dari pemerintah juga tegas. Langkah ini juga memberantas mafia harga tanah, makanya harus dipergetas kembali harga tanah itu," pungkas Azis.



(SUR)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

4 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA