Pakar: Pengadilan Khusus Sengketa Tanah Perlu Dibentuk

Dian Ihsan Siregar    •    Minggu, 09 Aug 2015 14:54 WIB
sengketa tanah
Pakar: Pengadilan Khusus Sengketa Tanah Perlu Dibentuk
Warga dan serikat buruh menuntut pemerintah menyelesaikan masalah sengketa tanah -- Antara/Zabur Karuru

Metrotvnews.com, Jakarta: Pakar Tata Ruang Yayat Supriatna mendukung pembentukan Pengadilan Khusus Sengketa Tanah. Berkaca ke Pengadilan Khusus Perikanan bentukan Kementerian Kelautan dan Perikanan, masalah sengketa tanah diharapkan dapat segera diselesaikan.

"Pengadilan (tanah) bisa bahas sengketa itu. Pembentukan itu baik untuk masyarakat dan investor dalam mendapatkan kepastian hukum tanah tersebut," ucap Yayat di bilangan Cikini, Jakarta, Minggu (9/8/2015).

Dengan bergabungnya Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) serta Badan Pertanahan Nasional (BPN), seharusnya pemerintah dapat dengan cepat menyelesaikan masalah terkait tanah. 

Baik sengketa tanah kecil, maupun besar. "Sinergi ini sangat penting dalam mengatasi persoalan. Dulu tanah menjadi pusat, ketika tata ruang dan pertanahan jadi urusan pusat. Seharusnya sinergi digabungkan itu biar lebih jelas, clean and clear setiap permasalahan" jelas dia.

Walau demikian, Ketua Harian Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLKI) Tulus Abadi mengakui realisasi pengadilan khusus tanah sulit tercapai. Menurut dia, orang yang bersengketa tanah masih memerlukan waktu panjang dalam mengumpulkan berbagai bukti yang ada.

Tulus menilai pemerintah harus lebih menguatkan regulasi dan memperketa pengawasan tanah. Menurut dia mencegah sengketa tanah lebih baik dibanding menyelesaikan beragam permasalahan.

"Dan harus diawasi lebih detail. Semua itu harus diawasi agar merata setiap wilayah," tutup dia.


(SUR)