Balap Motor

Dewa Road Race Kuasai Kejurnas IP125 Seri Dua

Ainto Harry Budiawan    •    Minggu, 09 Aug 2015 17:33 WIB
balap motor
Dewa Road Race Kuasai Kejurnas IP125 Seri Dua
Gerombolan besar pembalap kelas IP125. MTVN/ A. Harry Budiawan

Metrotvnews.com, Bogor: Meski telah berusia 33 tahun, Hendriansyah yang berjuluk Dewa Road Race Indonesia masih mampu bersaing dengan pembalap-pembalap yang lebih muda. Ini dibuktikan setelah melengkapi kemenangan kedua pada race kedua kelas IP125 hari ini di sirkuit Sentul, Bogor.

Jalannya balapan sendiri berlangsung dalam gerombolan besar, terlebih diadakan disirkuit Sentul, Bogor, yang memiliki lebar trek yang memungkinkan untuk saling susul, mengingat motor yang dipakai berjenis bebek (underbone).

Hendriansyah mengatakan, persiapan untuk ikut kelas IP125 ini sendiri sebenarnya belum matang betul. Terlebih ini adalah seri pertama dari IP125, dan untuk mesin Hendriansyah kerjasama dengan Bintang Racing Team (BRT).

"Sewaktu balapan, karena balap bebek disini pasti dalam gerombolan besar dan mepet, jadi harus pintar-pintar jaga posisi dan racing line," bebernya.

Sementara itu, AM Fadli (Kawasaki KYT Manual Tech) berhasil menjadi terbaik kedua, diikuti Yoga Adi (Yamaha Yamalube RPM NHK FDR RCB R9 KYB SSS) diposisi ketiga.

Namun Ibnu Sambodo, selaku pemilik tim Kawasaki KYT Rextor Manual Tech, sempat protes karena beberapa pembalap dari Yamaha melakukan gerakan zig-zag berlebihan untuk menghindari pembalap belakangnya curi angin.

"Sebenarnya zig-zag dibolehkan, tapi hanya dua kali saja. Misalnya dari kiri kekanan, terus balik lagi kekiri, habis itu harus lurus saja. Saya sudah protes ke panitia, tapi belum ada keputusan," katanya.

Hasil Lomba Race 2 IP125
1. Hendriansyah - Yamaha Nissin BRT HRP FDR RT - 19:02.247
2. AM. Fadli - Kawasaki KYT Rextor Manual Tech - 19:02.293
3. Yoga Adi - Yamaha Yamalube RPM NHK FDR RCB R9 KYB SSS - 19:02.297


(UDA)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA