Pemerintah Juga Harus Perhatikan Masyarakat Konstruksi

Antara    •    Minggu, 09 Aug 2015 17:34 WIB
konstruksi
Pemerintah Juga Harus Perhatikan Masyarakat Konstruksi
Ilustrasi konstruksi ANT/Fanny Kusumawardhani

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat selain menyoroti ketahanan berbagai aspek, seperti pangan dan energi, juga menyoroti ketahanan masyarakat dalam mengembangkansektor konstruksi di Tanah Air.

"Selama ini kita sering mendengar kata-kata ketahanan seperti ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan sosial budaya. Sekarang adalah saatnya kita memberikan perhatian yang serius kepada ketahanan
masyarakat konstruksi dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2016," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dalam rilis Komunikasi Publik Kemenpupera yang diterima di
Jakarta, Minggu (9/8/2015).

Untuk itu, Basuki juga menaruh harapan besar agar Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPKJ) mampu menjadi motor pendorong menyiapkan pelaku usaha, tenaga kerja konstruksi serta seluruh rantai pasok yang
terkait, menuju ketahanan masyarakat jasa konstruksi.

Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi hendaknya mampu memberikan pemikiran-pemikiran yang konstruktif untuk kemajuan pengembangan jasa konstruksi Indonesia, serta mengajak pengurus LPJKN agar terus berkomunikasi dengan pihaknya dan seluruh pemangku kepentingan jasa konstruksi.

Basuki mengutarakan harapannya agar LPJKN segera mungkin menyelesaikan pekerjaan rumah yang sangat ditunggu penyedia jasa konstruksi, antara lain segera menyiapkan kelengkapan sertifikasi seluruh Badan
Usaha Jasa Konstruksi (BUJK) untuk dapat mengikuti proses lelang tahun anggaran 2016 yang akan dimulai pada September 2015.

Kedua, memfasilitasi BUJK dan tenaga kerja konstruksi yang sertifikatnya belum sesuai dengan ketentuan yang berlaku melalui proses konversi sehingga sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ketiga, menyiapkan
segera BUJK kecil dan menengah di setiap provinsi agar mampu mengerjakan paket-paket pekerjaan kurang dari Rp50 miliar.

"Pada kesempatan ini saya ingin mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan kegiatan yang bersifat multisektoral sehingga dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi.
Saat ini sektor konstruksi telah memberikan kontribusi sekitar 10 persen terhadap PDB Nasional," katanya.


(SAW)

Miryam: Sejak Awal Saya Kecewa

Miryam: Sejak Awal Saya Kecewa

2 hours Ago

Miryam mengaku mendapat tekanan selama menjalani pemeriksaan di KPK dan menyesalkan sikap jaksa…

BERITA LAINNYA