Kinerja Menteri Ekonomi Perlu dievaluasi

Antara    •    Minggu, 09 Aug 2015 17:39 WIB
reshuffle kabinet
Kinerja Menteri Ekonomi Perlu dievaluasi
Presiden Joko Widodo MTVN/Desi Angriani

Metrotvnews.com, Depok: Pengamat ekonomi Universitas Indonesia Rizal E.Halim menegaskan perlu adanya evaluasi terkait kinerja menteri-menteri ekonomi di pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

"Yang paling mendesak saat ini adalah mengevaluasi program-program kerja kabinet kerja khususnya di sektor ekonomi," kata Rizal menanggapi kondisi perekonomian RI, di Depok, Minggu (9/8/2015).

Ia mengatakan Indonesia pernah menghadapi situasi yang lebih buruk dari saat ini namun perekonomian nasional relatif 'imun' pada saat itu. Artinya walaupun ada gejolak ekonomi dunia, jika ekonomi domestik dapat
dijaga, maka efeknya relatif bisa dimitigasi dengan baik.

Sejumlah data makroekonomi saat ini seolah-olah terjun bebas menukik ke level terendah. Nilai tukar rupiah di atas Rp.13.500 per USD atau terendah sejak krisi moneter 1998, realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal 1 dan 2  tahun 2015 menjadi yang terendah sejak 2009.

Selanjutnya indeks kepercayaan konsumen yang terus melemah, sejumlah data penjualan barang ecerean yang merosot tajam, indeks saham gabungan dengan volatilitas yang tinggi dan indikator-indikator lainnya.

Dikatakannya data-data makroekonomi tersebut mengisyaratkan tidak optimalnya kinerja kabinet ekonomi Pemerintahan Jokowi-JK. Sejumlah kementerian di bidang perekonomian saat ini belum menunjukkan kinerja
sesuai dengan cita-cita dan janji politik Jokowi-JK pada pilpres 2014 lalu.

"Kesan kurangnya koordinasi, lemahnya analisa kritis, penguatan kelembagaan dan sejumah persoalan klasik birokrasi, menjadi argumentasi tidak optimalnya kabinet ekonomi Jokowi-JK," ujarnya.

Bahkan di beberapa kementerian ekonomi, terjadi saling tarik menarik kepentingan, saling tuding, saling menyalahkan (jika tidak yang paling gampang penyalahkan rezim sebelumnya).

Menurutnya, hanya ada satu syarat menyukseskan nawa cita Jokowi yakni evaluasi menteri kabinet kerja khususnya di sektor ekonomi.

"Jika diperlukan dilakukan reshuffle dengan catataan reshuffle untuk kepentingan perbaikan kinerja kabinet bukan bagi-bagi kursi," katanya.

Menurut dia setidaknya ini dapat terlihat jelas bagaiaman tidak sinkronnya program-program kerja di kementerian-kementerian tersebut. Tentunya fungsi koordinasi dan perencanaan menjadi hal yang urgen untuk
dibenahi saat ini.

"Keperluan evaluasi dan pergantian ini mendesak mengingat masa jabatan Jokowi-JK masih di tahun awal sehingga masih ada waktu untuk menggenjot sejumlah agenda nawa cita Jokowi," katanya


(SAW)