Pilkada Serentak

Mendagri: Strategi Parpol Biarkan Risma Tanpa Lawan

M Rodhi Aulia    •    Senin, 10 Aug 2015 14:34 WIB
pilkada serentak
Mendagri: Strategi Parpol Biarkan Risma Tanpa Lawan
Tjahjo Kumolo. Foto: MTVN/M. Rodhi Aulia

Metrotvnews.com, Jakarta: Hingga H-1 penutupan masa perpanjangan pendaftaran untuk kedua kalinya, pasangan calon wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan calon wakil wali kota Wisnu Sakti Buana belum ada lawan. Menteri Dalam Negeri curiga ada strategi partai politik di balik hal itu.

"Ada yang menjadi strategi partai politik. Kalau saya melawan Wali Kota Surabaya ini (Risma) survei (elektabilitas) 80 persen lebih, pasti akan kalah," kata Tjahjo Kumolo di gedung Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Senin (10/8/2015).

Tjahjo menegaskan, pemerintah dan KPU tidak bisa disalahkan jika pada akhirnya masih ada daerah yang menyisakan pasangan calon tanpa lawan. Begitu juga partai politik tidak bisa diberikan sanksi jika tidak mengusung bakal calon kepala daerah.

(Klik: Risma-Wisnu Calon Tunggal, PDIP Yakin Pilkada Surabaya Tetap Jalan)

Dia yakin semua parpol ingin mencalonkan kader terbaik. Akan tetapi, semua tergantung pada jumlah kursi yang disyaratkan untuk mengusung calon. Kemudian, jika partai ingin koalisi, tentu harus ada chemistry satu sama lain.

"Kalau parpol enggak memenuhi persyaratan, enggak ada kursinya untuk pencalonan, enggak akan bisa mencalonkan. Ada koalisi pun, kalau visi, programnya enggak sama, tidak bisa juga mencalonkan," terang Tjahjo.

Berbeda jika di suatu daerah ada partai yang memiliki jumlah kursi memadai, namun tidak mengajukan calonnya. Tjahjo mendukung partai seperti itu diberikan sanksi sebagaimana permintaan sejumlah pihak.

"Ada partai yang bisa tapi enggak mau mencalonkan, bisa diumumkan ke  masyarakat. Bukannya membela partai, tapi memberikan sanksi ada pertimbangannya," kata Tjahjo.

(Klik: Mendagri: Parpol tak Ajukan Bakal Calon Kepala Daerah Perlu Disanksi)


(TRK)