JIS Lolos dari Gugatan Rp1,6 Triliun

Deny Irwanto    •    Senin, 10 Aug 2015 16:12 WIB
jis
JIS Lolos dari Gugatan Rp1,6 Triliun
Sekolah Jakarta International School (JIS) di Kemang, Jakarta Selatan. (Foto: MI/Angga Yuniar)

Metrotvnews.com, Jakarta: Jakarta Internasional School (JIS) lolos dari gugatan orang tua murid TH (Theresia Pipit) yang menggugat Rp1,6 triliun. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menyatakan gugatan itu Niet Ontvankelijk Verklaard atau N.O alias tak dapat diterima.
 
Hakim ketua Haswandi mengatakan, berdasarkan pertimbangan hakim, gugatan TH dinyatakan tak diterima. "Majelis hakim menerima eksepsi tergugat," kata Haswandi dalam persidangan di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Senin (10/8/2015).
 
Menurut hakim, gugatan yang diajukan TH kurang lengkap. Seharusnya penggugat ikut menggugat petugas kebersihan yang disebut melakukan perbuatan pelecehan seksual terhadap anaknya. "Tergugat kurang pihak karena petugas kebersihan tak dimasukkan dalam gugatan," lanjut hakim.
 
Padahal, petugas kebersihan telah menjadi tervonis dalam kasus pidana pelecehan seksual. Lima petugas kebersihan, yaitu Zainal Abidin, Virgiawan Amin, Agun Iskandar, Syahrial dan Afrsicha Setyani divonis pada Desember 2014 dengan hukuman tujuh dan delapan tahun penjara.
 
Menanggapi putusan ini, kuasa hukum JIS Harry Ponto menganggapnya sebagai kemenangan. "Karena majelis hakim pada dasarnya setuju perkara ini tak dapat diterima," katanya.
 
Dalam eksepsinya, Harry menyampaikan, seharusnya petugas kebersihan masuk ke dalam pihak tergugat karena mereka dianggap terlibat dalam kasus ini. "Kami nyatakan kurang pihak perkara perdata. Karena dilihat dari hukum acara, mereka terlibat," ujarnya.
 
Menurut dia, hal ini adalah persoalan yang sangat mendasar dalam gugatan perdata. "Ini mendasar. Sama sekali belum masuk ke pokok perkara," kata dia.
 
Sementara itu, kuasa hukum TH, Cinta Trisulo menolak berkomentar banyak terkait putusan ini. "Kami masih akan berkoordinasi dengan tim dulu," ujarnya.
 
Gugatan ini diajukan TH sebagai bentuk pertanggungjawaban dan kerugian yang harus dibayar JIS atas kejadian yang dialami anaknya yang disebut telah mengalami pelecehan seksual di sekolah internasional tersebut.


(FZN)