Polri: Ada Dua Penyidik KPK yang Dilaporkan OC Kaligis

Githa Farahdina    •    Senin, 10 Aug 2015 16:39 WIB
kpk tangkap hakim ptun
Polri: Ada Dua Penyidik KPK yang Dilaporkan OC Kaligis
Kadiv Humas Polri Irjen Anton Charliyan--Metrotvnews.com/Githa Farahdina

Metrotvnews.com, Jakarta: Laporan OC Kaligis terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus diproses. Polri mengatakan ada dua nama yang dilaporkan ke Bareskrim Polri.

"Ada dua orang. Kita tidak akan sampaikan dulu," kata Kadiv Humas Polri Irjen Anton Charliyan di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (10/8/2015).

Menurut Anton, nama masih dirahasiakan karena kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. "Kalau masih lidik tidak bisa. Tapi laporan polisi sufah dibuat," tambahnya.

Sementara pihak Kaligis mengajukan dua saksi. Namun, polisi juga tak bisa menyebut identitas keduanya atas permintaan yang bersangkutan.

Sedangkan sampai saat ini belum ada calon tersangka dalam kasus ini. Namun, koordinasi dengan KPK tetap akan dilakukan jika sewaktu-waktu polisi perlu memanggil oknum yang berada di bawah naungan lembaga antirasuah itu. "Surat sedang dibuat. Nanti akan dikirimkan," tegasnya.

Keluarga pengacara senior OC Kaligis melaporkan penyidik KPK ke Bareskrim Mabes Polri. Kabareskrim Komjen Budi Waseso mengatakan keluarga Kaligis melaporkan terkait dugaan penculikan dan dugaan penyalahgunaan kewenangan atas penangkapan pengacara senior itu. Hal ini yang masih didalami penyidik.

"Sekarang masih dalam kajian. Kalau nanti unsur terpenuhi kita akan tindaklanjuti, kita proses penyidikan," tambah Budi.

Keluarga Kaligis melaporkan KPK ke Bareskrim Polri Rabu (5/8/2015). KPK resmi menahan OC Kaligis 14 Juli lalu. Saat ini Kaligis mendekam di Rumah Tahanan Guntur.

Kaligis terjerat kasus dugaan suap terhadap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Medan. Perkara ini bermula dari penyidikan kasus korupsi Dana Bantuan Sosial dan Bantuan Daerah Bawahan (BDB) Sumatera Utara tahun anggaran 2012 dan 2013 yang menyeret mantan Kabiro Keuangan Sumut Ahmad Fuad Lubis. Kasus itu disidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

KPK kemudian menetapkan Kaligis sebagai tersangka. Dia diduga melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a dan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b dan atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU 20 Tahun 2010 jo Pasal 64 ayat 1 jo Pasal 55 ayat 1 KUHPidana.


(YDH)