Milad ke-17, Yusril Ingin PBB Kembali Eksis

Damar Iradat    •    Selasa, 11 Aug 2015 02:33 WIB
partai bulan bintang
Milad ke-17, Yusril Ingin PBB Kembali Eksis
Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra memberikan pidato saat acara puncak peringatan Milad ke-17 PBB serta pelantikan pengurus PBB 2015-2020 di Jakarta, Senin (10/8). (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) periode 2015-2020 Yusril Ihza Mahendra menginginkan agar partainya eksis kembali ke kancah perpolitikan Indonesia. Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir, PBB kurang menunjukkan tajinya. Sementara, usia partai yang berasaskan Islam ini sudah genap 17 tahun.

"Kami ingin PBB kembali eksis seperti tahun 1999. Jadi, saya dulu jadi ketum, belakangan saya jadi ketua majelis syuro. Tapi, ketika partai ini berada di titik yang sangat lemah beberapa tahun terakhir ini, maka para peserta muktamar beberapa hari lalu kembali meminta saya untuk memimpin partai ini," kata Yusril dalam acara Milad ke-17 serta pelantikan pengurus PBB di Hotel Sahid, Jalan Jendral Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (10/8/2015).

Diketahui, hasil Muktamar ke-IV PBB pada 26 Mei 2015 memutuskan Yusril kembali memimpin PBB untuk periode kedua. Sebelumnya, Yusril juga sempat memimpin pada awal berdirinya PBB dari 1998 hingga 2005.

"Walaupun sebenarnya dari dulu saya tidak ingin memimpin partai lama-lama, tapi tugas saya kali ini adalah menghidupkan kembali PBB menjadi partai yang kuat dan Insya Allah punya wakil kembali di DPR pusat pada pemilu yang akan datang dan masuk kembali ke pemerintahan," papar dia.

"Kader (PBB) tetap banyak, hanya PBB dulu sempat tidak bisa menjaga suaranya. Di DPRD-DPRD PBB cukup banyak, di Papua saja ada 38 anggota DPRD, bahkan di kabupaten Timika ada 6 kursi. Sayang, PBB tidak dapat menjaga suaranya di tingkat pusat, sehingga hilang begitu saja. dan kelemahan-kelemahan ini akan diperbaiki," lanjut kuasa hukum mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan ini.

Pada Pemilu Legislatif 2014, PBB menjadi salah satu partai yang tidak mendapatkan jatah kursi di DPR RI bersama PKPI. Menurut Yusril, selama ini PBB memang terkendala masalah dana serta manajemen partai. Untuk itu, PBB berkeinginan agar kelemahan tersebut dapat diatasi dalam menghadapi masalah pemilihan umum mendatang. Apalagi, dengan infrastruktur partai yang saat ini dinilai seharusnya PBB mampu menangani masalah yang ada.

"Kita kan sudah punya infrastruktur sampai ke bawah. Dan karena itu, tidak mudah membangun infrastruktur seperti itu," jelasnya.

Sedikit sejarah dari PBB, partai ini didirikan pada 26 Juli 1998 silam di halaman Masjid Al-Azhar Kebayoran Baru. Pada awal kehadirannya dalam kancah politik Indonesia, PBB sempat meraih 13 kursi DPR RI pada tahun 1999. Visi dari partai politik ini adalah terwujudnya kehidupan masyarakat Indonesia yang Islami dengan misinya untuk membangun masyarakat dan bangsa Indonesia yang maju, mandiri berkepribadian tinggi, cerdas, berkeadilan, demokratis dan turut menciptakan perdamaian dunia berdasarkan nilai-nilai Islam.

Pada awal berdirinya, PBB juga didukung oleh ormas-ormas Islam tingkat Nasional. Mereka di antaranya Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Badan Koordinasi dan Silaturahmi Pondok Pesantren Indonesia (BKSPPI), Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI), Forum Silaturahmi Ulama, Habaib dan Tokoh Masyarakat (FSUHTM), Persatuan Islam (PERSIS), Partai Serikat Islam Indonesia (PSII), Persatuan Umat Islam (PUI), Perti, Al-Irsyad, Komite untuk Solidaritas Dunia Islam (KISDI), dan Persatuan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI).


(OGI)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

6 hours Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA