Dana Terlambat, Kader Posyandu Ingin Balita Tetap Sehat

Ilham wibowo    •    Selasa, 11 Aug 2015 02:51 WIB
posyandu
Dana Terlambat, Kader Posyandu Ingin Balita Tetap Sehat
Balita mendapatkan suntikan imunisasi di Posyandu, Gang Kembung, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (27/2). (MI/RAMDANI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Dana operasional Posyandu yang minim dan baru dicairkan selama enam bulan terakhir tak membuat kader posyadu patah semangat menjalankan tugasnya. Mereka memastikan gizi balita tetap sehat dan terpenuhi.

Ketua Kader Posyandu RW 08 Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Siti, 40, mengatakan pihaknya tidak pernah berhenti menggelar kegiatan pemantauan gizi bagi balita di wilayahnya meskipun dana operasional terlambat. Hal ini dilakukan karena merupakan bentuk kegiatan sosial yang tidak selalu berpatokan pada anggaran.

"Kita tidak pernah terhenti meskipun dana baru dicairkan. Semua tetap berjalan untuk perbaikan balita," tutur Siti saat ditemui Metrotvnews.com di Posyandu RW 08 Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Senin (10/8/2015)

Siti menyadari dana operasional untuk memenuhi kebutuhan Posyandu misalnya makanan tambahan anak balita, seperti kacang hijau, buah, susu, dan biskuit masih minim. Namun, kata dia, posyandu tetap berusaha untuk memastikan kondisi balita tercukupi gizinya.

"Yang penting anak-anak datanya terpantau sama kita, mereka tidak ada lagi yang mengalami gizi buruk," tuturnya.

Sekretaris Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara M. Bambang mengatakan pihaknya tak bisa berbuat banyak perihal keterlambatan dan minimnya dana oprasional posyandu. Kelurahan hanya berusaha meyakinkan kepada kader posyandu jika dana oprasional sebesar 200 ribu perbulan ini akan dicairkan.

"Kita hanya mengikuti aturan, kita tidak diinstruksikan untuk mencairkan ya kita tidak melakukan. Kita tidak berani. Kalau dicairkan satu maka yang lain juga harus, sedangkan anggaran kelurahan terbatas dan sudah ada porsinya masing-masing," tutur Bambang.


(OGI)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

6 hours Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA