Dana Operasional Terlambat, Posyandu Rogoh Kocek Ketua RW

Ilham wibowo    •    Selasa, 11 Aug 2015 03:13 WIB
posyandu
Dana Operasional Terlambat, Posyandu Rogoh Kocek Ketua RW
Ilustrasi kondisi anak di posyandu. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Metrotvnews.com, Jakarta: Dana operasional posyandu yang minim dan baru dicairkan setelah enam bulan terakhir tak membuat kadernya patah semangat menjalankan tugas. Kader posyandu menyiasati ketidaktersediaan dengan merogoh uang kocek pribadi terlebih dahulu.

"Kita mah bersabar aja. Sebelumnya dipakai lah dana dari ibu RW dulu," tutur kader Posyandu RW 08 Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Dedeh, 49, saat berbincang dengan Metrotvnews.com, Senin (10/8/2015)

Menurut dia, dana yang mereka rogoh dari kocek pribadi baru bisa diganti setelah dana operasional posyandu cair. Setelah turun, dana itu akan diganti sesuai porsi talangan yang dikeluarkan sebelumnya.

"Pakai dana sendiri dulu, dengan catatan, ada pencatatan hasil rembukan kader, nanti pas pencairan bisa dikembalikan lagi," tutur dia.

Kendati dana terlambat, dia memastikan pemantauan kesehatan dan gizi balita tetap dilakukan posyandu. Dedeh mengatakan bila satu kali kader posyandu tidak melakukan kegiatan, grafik kartu kesehatan Balita yang berada pada garis merah jadi tidak terpantau dan akhirnya mengakibatkan muncul masalah anak dengan gizi buruk.

"Supaya kegiatan posyandu tidak terhenti, kita perlu memeperhatikan perkembangan balita, kalau terhenti sekali saja, kita tidak tau, apakah balita ini grafiknya gizinya sudah di garis yang mendekati merah atau mendekati Gibur (Gizi buruk) atau masih aman," tutur dia.

Dedeh berharap keterlambatan ini tidak terulang kembali. Dia juga meminta dana operasional yang saat ini dianggap minim dapat disesuaikan dengan kebutuhan posyandu.

"Kalau bisa, disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing Posyandu yang tentunya berbeda penanganan terhadap kesehatan dan gizi balita setiap wilayah," pungkas dia.


(OGI)