Rossi Tak Cemas Selisih Poinnya dengan Lorenzo dan Marquez Menyusut

Achmad Firdaus    •    Selasa, 11 Aug 2015 08:15 WIB
motogp 2015
Rossi Tak Cemas Selisih Poinnya dengan Lorenzo dan Marquez Menyusut
Valentino Rossi usai balapan di MotoGP Indianapolis (Foto: Getty Images/AFP)

Metrotvnews.com, Indianapolis: Valentino Rossi harus kembali mengakui keunggulan Marc Marquez pada seri MotoGP Indianapolis. Meski naik podium, The Doctor harus puas ada di posisi tiga.

Sejak memenangi MotoGP Assen, Belanda, 27 Juni lalu, Rossi belum mampu lagi berdiri di podium pertama. Dia harus puas berada di podium tiga pada MotoGP Jerman, di belakang Dani Pedrosa dan Marc Marquez yang jadi juara.

Pada seri terkini di Indianapolis, Rossi kembali harus puas ada di podium tiga. Kali ini dia harus mengakui keunggulan rekan setimnya Jorge Lorenzo di posisi dua, dan Marquez yang kembali jadi pemenang.

Hasil ini sontak membuat selisih poin Rossi dengan dua rivalnya Lorenzo dan Marquez dalam perebutan gelar juara musim ini menjadi menyusut. Meski masih memimpin klasemen sementara pembalap dengan 195 poin, Rossi kini hanya unggul sembilan poin dari Lorenzo di tempat kedua, dan 54 poin dari Marquez di posisi tiga.

Dengan masih tersisa delapan seri di musim ini, potensi Rossi bakal tergusur dari puncak klasemen cukup terbuka. Apalagi, jika ia kerap kalah bersaing dengan dua rival utamanya tersebut. Namun, Rossi nampaknya tidak terlalu merisaukan permasalahan ini, lantaran ia mengakui sulit menyaingi dua pesaingnya itu di Indianapolis.

"Hasil ini cukup penting bagi saya karena saya mengalami akhir pekan yang sulit di mana performa Jorge dan Marc selalu lebih baik dari saya. Jadi, kehilangan sembilan poin (dari Marquez) dan empat poin (Lorenzo) tidak terlalu buruk," ujar Rossi.

Tak ingin larut, Rossi langsung mengalihkan fokus ke seri berikutnya di Sirkuit Brno, Republik Ceko, Minggu 16 Agustus 2015. Dia bertekad tampil lebih baik, terutama di sesi kualifikasi di mana pada GP Indianapolis kemarin, Rossi harus puas mengambil start di posisi delapan karena tampil buruk di sesi kualifikasi. (Crash)


(ACF)