Koruptor Dapat Remisi, Ruhut: Hati Kecilku Tidak Terima

K. Yudha Wirakusuma    •    Selasa, 11 Aug 2015 10:54 WIB
remisi koruptorremisi
Koruptor Dapat Remisi, Ruhut: Hati Kecilku Tidak Terima
Politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul--Metrotvnews.com/Hardiat Dani Satria

Metrotvnews.com, Jakarta: Seluruh narapidana bakal mendapat remisi dasawarsa termasuk terpidana korupsi, termasuk narapidana kasus narkoba dan terorisme. Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengaku tidak bisa berbuat apa-apa terkait kebijakan tersebut.

"Aku ini orang yang paling keras terhadap masalah korupsi, teroris. Aku sebenarnya tidak setuju, tapi karena sudah aturannya mau apa lagi. Tapi hati kecil aku tidak terima," kata Ruhut saat berbincang dengan Metrotvnews.com, Selasa (11/8/2015).  

Dia menambahkan sikapnya yang keras terhadap kejahatan luar biasa kerap ditentang beberapa orang. Mereka yang menentang sikap Ruhut mengatakan bahwa koruptor dan teroris juga memiliki Hak Azasi Manusia (HAM). "Mereka dasar HAM saja. Padahal kita tahu banyak orang sengsara karena korupsi dan teror," tutupnya.

Sebelumnya Kepala Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Akbar Hadi mengatakan, seluruh narapidana mendapatkan remisi tanpa syarat itu. Remisi diberikan tanpa terkecuali, termasuk terpidana korupsi, narkoba maupun terorisme.

"Jumlah 118 ribu itu masih perkiraan, belum ada jumlah pastinya. Dalam remisi dasawarsa tersebut tidak ada persyaratan untuk mendapatkannya," kata Akbar dalam pesan yang diterima Metrotvnews.com, Senin (10/8/2015).

Besarnya remisi seperduabelas dari lama hukuman. Paling lama tiga bulan. Pemberian remisi mengacu pada Keppres Nomor 120 Tahun 1955 tentang Pengurangan Pidana Istimewa pada Hari Dasawarsa Proklamasi Kemerdekaan. "Mengacu Keppres tersebut, remisi ini sudah diberikan sejak 1955, dilanjutkan pada 1965, lalu 1975, dan seterusnya," ucap Akbar.


(YDH)