Hendak Gabung ISIS, Mahasiswa Dijerat Pasal Terorisme

Willy Haryono    •    Selasa, 11 Aug 2015 10:56 WIB
isis
Hendak Gabung ISIS, Mahasiswa Dijerat Pasal Terorisme
Seorang militan ISIS berada area dekat Raqqa, Suriah. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Los Angeles: Seorang mahasiswa asal California, Amerika Serikat (AS), yang memalsukan data aplikasi paspor agar dapat pergi ke Suriah dan bergabung dengan kelompok militan Islamic State (ISIS) dijerat pasal terorisme. 

Adam Dandach, 21, mengaku bersalah karena berusaha menyalurkan bantuan material terhadap ISIS dan memalsukan aplikasi paspor. 

Dalam dokumen Pengadilan Distrik AS di Santa Ana, seperti dikutip Associated Press, Senin (10/8/2015), Dandach berencana menawarkan jasanya untuk pergerakan ISIS. Pada 2 Juli 2014, dia mencoba terbang ke Istanbul, Turki, dengan tujuan akhir Suriah. 

Agen Biro Investigasi Federal (FBI) menemukan banyak konten terkait ISIS di telepon genggam Dandach, termasuk peta kawasan yang sudah dikuasai grup ekstremis tersebut. 

Dandach mengatakan kepada agen FBI di Bandara John Wayne bahwa dia memang hendak pergi ke Suriah. Dia meyakini membunuh tentara AS adalah tindakan yang dibenarkan. 

Ibunda Dandach, Sawsan Ghannoum, mengatakan pernah menyembunyikan paspor anaknya saat sang buah hati hendak mengunjungi ayahnya di Lebanon. 

Ghannoum menyebut anaknya mengalami masalah psikologi dan mendapat pengaruh buruk saat belajar mengenai Islam di internet.

"Dia bukan tipe orang yang menyukai kekerasan, bukan seorang teroris," tutur Ghannoum. 

Atas percobaan bergabung ke ISIS, Dandach terancam hukuman maksimal 25 tahun penjara. Pengacara Dandach belum bersedia berkomentar. 



(WIL)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

23 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA