Ribuan Anak di Daerah Perbatasan Tidak Memiliki Akta Kelahiran

Kesturi Haryunani    •    Selasa, 11 Aug 2015 11:02 WIB
dpr ads
Ribuan Anak di Daerah Perbatasan Tidak Memiliki Akta Kelahiran
Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Ledia Hanifa -- istimewa

Metrotvnews.com, Tanjung Selor: Ribuan anak di daerah perbatasan tidak memiliki akta kelahiran. Hal tersebut terungkap ketika Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Ledia Hanifa, melakukan kunjungan kerja di Pulau Sebatik, Provinsi Kalimantan Utara.

"Mungkin karena orang tuanya tinggal dan kerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Tawau, Malaysia," kata Ledia di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Jumat (7/8/2015).

Anak-anak yang tidak punya akta kelahiran tersebut, nantinya tidak bisa memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau dokumen kenegaraan lainnya. Padahal, dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Pasal 27 (2), anak-anak mendapatkan hak untuk mendapatkan akta kelahiran.

"Mereka tidak terjangkau program akta gratis dari pemerintah," kata Ledia.

Ledia berharap, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara serius membenahi persoalan anak-anak di wilayah perbatasan. Baik yang berkenaan dengan legalitas maupun pendidikan.

"Kesulitan anak-anak di perbatasan dalam mendapatkan pendidikan juga perlu diatasi. Ada yang harus jalan 10 kilometer setiap harinya hari untuk pergi ke sekolah," kata Ledia.

Ledia mengunjungi Provinsi Kalimantan Utara dalam rangka kunjungan kerja selama tiga hari. Ia meninjau langsung kondisi pendidikan agama anak di wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia tersebut.

Kunjungan kerja tersebut bagian dari fungsi pengawasan Komisi VIII DPR RI terhadap peran Kantor Wilayah (Kanwil) Agama dalam memperhatikan pendidikan anak-anak di wilayah perbatasan.


(NIN)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

1 hour Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA