Industri Keluhkan Tingginya Harga Gas

Antara    •    Selasa, 11 Aug 2015 12:06 WIB
gas
Industri Keluhkan Tingginya Harga Gas
Ilustrasi (FOTO ANTARA/Rosa Panggabean)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sejumlah produsen yang tergabung dalam Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB) mengeluhkan kebijakan pemerintah yang secara sepihak menaikkan harga gas pada awal Agustus 2015. Pasalnya, kebijakan tersebut cukup memberatkan.

"Hal ini akan membuat industri yang menggunakan bahan bakar gas sebagai sumber energi dan bahan baku mengalami kesulitan," kata Ketua FIPGB Achmad Safiun, di Jakarta, Selasa (11/8/2015).

Safiun mengatakan kenaikan harga tersebut tidak sama masing-masing daerah tetapi yang paling parah terjadi di Sumatra Utara. Pengumuman kenaikan harga gas telah disampaikan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) pada 31 Juli 2015 dan mulai berlaku pada 1 Agustus 2015.

"Hanya selang satu malam harga langsung diumumkan kepada produsen di Sumatra Utara, tanpa ada sosialisasi terlebih dahulu," kata Safiun. 

Harga gas baru sebesar Rp167.600 per mmbtu ditambah Rp750 per meter kubik atau secara total setara USD14,1 per mmbtu. Padahal harga sebelumnya hanya USD8,7 per mmbtu. "Lumayan tinggi naiknya lebih dari 62 persen," jelas Safiun.

Safiun mengatakan FIPGB secara resmi telah mengirim surat kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk mengajukan keberatan terkait dengan kebijakan kenaikan harga gas tersebut.

Safiun membandingkan dengan Malaysia dan Singapura yang memiliki infrastruktur dan layanan gas lebih baik, tetapi harga jual gas kepada industri di dalam negerinya hanya setengah dari harga di Indonesia. "Mereka bisa menjual harga gas lebih murah karena harganya disubsidi oleh pemerintah. Seharusnya pemerintah kita juga memperhatikan hal tersebut," pungkas Safiun.


(ABD)