Kasus Korupsi UI Tinggal Tunggu Sprindik

- 25 Mei 2013 13:40 wib
MI/Susanto/bo
MI/Susanto/bo

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi telah meningkatkan status penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan teknologi informasi di Perpustakaan Universitas Indonesia (UI) ke penyidikan. KPK pun mengaku telah ada pihak yang berpotensi dimintai pertanggungjawaban secara hukum.

"Sudah ditentukan kasus ini dari penyelidikan ke penyidikan, lalu nanti disusun Laporan Kejadian Tindak Pidana-nya, tapi belum ada Sprindik (Surat Perintah Penyidikan)," kata Ketua KPK Abraham Samad di sela-sela Lokakarya Jurnalistik Antikorupsi di Citarik, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (25/5).

Menurut Abraham, peningkatan status kasus berdasarkan gelar perkara yang dilakukan KPK. Sayangnya, Abraham enggan menjelaskan siapa orang UI yang berpotensi dimintai pertanggungjawaban secara hukum, termasuk saat disinggung apakah pihak tersebut merupakan Pejabat Pembuat Komitmen proyek bernilai Rp21 miliar.

Abraham hanya menyampaikan jika bagian penindakan KPK belum memberikan Sprindik kepada pimpinan KPK. "Bidang penindakan belum menyampaikan sprindiknya. Sprindiknya belum dibuat teman-teman di penindakan, jadi saya belum dikasih tahu," pungkas dia.

Penyelidikan perkara dugaan korupsi IT UI merupakan tindak lanjut laporan kelompok akademisi 'Save UI.' Mereka telah melaporkan serta menyerahkan sejumlah bukti dugaan korupsi proyek bernilai Rp21 miliar tersebut.

Badan Pemeriksa Keuangan pada 2012 menemukan adanya konsultan fiktif dalam pengadaan IT di perpustakaan UI tahun 2010-2011. BPK menjelaskan modus yang ditemukan adalah pengelola seakan-akan menyerahkan pengadaan kepada perusahaan konsultan tertentu. Namun, dalam praktiknya pengadaan dilakukan orang dalam.

Dalam kasus ini, KPK juga pernah meminta keterangan Rektor Demisioner UI, Gumilar R Somantri. Seusai dimintai keterangan KPK, Gumilar pun mengaku hanya dikonfirmasi soal perubahan hartanya. Dia juga mengaku senang jika KPK mengungkap indikasi penyelewengan terkait beberapa proyek pengadaan di UI.

Dalam proyek pengadaan teknologi informasi perpustakaan ini, KPK menduga terdapat unsur pimpinan kampus UI yang terlibat. Selain kasus tersebut, KPK juga dikabarkan tengah menelaah dan mengusut kasus dugaan korupsi lainnya di UI.

()

EMRON menyampaikan maaf mewakili Suryadharma Ali terkait kisruh internal partai berlambang kabah itu.