Pilkada di Bekas Daerah Konflik jadi Perhatian Polri

Meilikhah    •    Selasa, 11 Aug 2015 14:26 WIB
pilkada serentak
Pilkada di Bekas Daerah Konflik jadi Perhatian Polri
Simulasi Pilkada di lapangan Lumintang, Denpasar. Foto: Antara/Nyoman Budhiana.

Metrotvnews.com, Jakarta: Polri memberi perhatian lebih pada daerah-daerah bekas dan rawan konflik dalam pengamanan pilkada serentak 2015. Daerah-daerah tersebut di antaranya Bima, Palopo, Dompu, Tolikara, dan Nias.

"Kerawanan kita minta identifikasi, mulai apakah ada sejarah konflik pilkada sebelumnya atau tidak. Agar menjadi catatan daerah yang memiliki sejarah konflik untuk menjadi perhatian," kata Kapoldi Jenderal Badrodin Haiti di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2015).

Terkait tugas Polri dalam pengamanan pilkada, Badrodin mengingatkan anggotanya untuk bekerja sesuai tugas, yakni memberikan pengamanan. Tugas di luar pengamanan tak boleh dilakukan. Semisal anggota Polri turut menghitung suara.

"Tadi saya sampaikan, anggota (Polri) tidak mempunyai tugas menghitung, tugas kita mengamankan," tegas Badrodin.

Dia juga mengingatkan bahwa anggota Polri diwajibkan netral saat pelaksanaan pilkada. Kendati pun calon kepala daerahnya adalah sanak-kerabat, anggota wajib bersikap netral. Jika tak diindahkan, Badrodin tak segan memberikan sanksi pada anggota yang melanggar.

"Sanksi kan sudah ada, itu kan kode etik dan profesionalitas anggota Polri," jelas Badrodin.


(SAN)