IHSG Makin Tersungkur 126 Poin

Ade Hapsari Lestarini    •    Selasa, 11 Aug 2015 16:15 WIB
ihsg
IHSG Makin Tersungkur 126 Poin
Ilustrasi -- FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo

Metrotvnews.com, Jakarta: Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan sore ini makin terjerembab. Dua penyebab melemahnya ekonomi Singapura dan Tiongkok menjadi alasan pelemahan IHSG sore ini.

IHSG Selasa (11/8/2015) sore ditutup jeblok 126,36 poin atau setara 2,7 persen ke posisi 4.622. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 ambles 26,80 poin ke 781 dan indeks JII terjungkal 21,08 poin ke 607.

Seluruh sektor pun terpantau melemah tajam, di mana sektor yang melemah tertinggi dipimpin dari sektor konsumer sebesar 60,19 poin, sektor perkebunan turun 53,64 poin, dan sektor manufaktur merosot 44,17 poin.

Transaksi volume perdagangan sore ini ditutup sebesar 4,2 miliar lembar saham senilai Rp3,7 triliun. Sebanyak 60 saham menguat, 252 saham melemah, 92 saham terpantau stagnan, serta 153 saham tidak diperdagangkan.

Adapun saham-saham yang melemah di antaranya yakni PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) turun Rp1.350 ke Rp15.500, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) melemah Rp1.200 menjadi Rp18.600, dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) ambles Rp1.200 ke Rp37.250.

Sementara saham-saham yang menguat di antaranya yakni PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) naik Rp500 menjadi Rp16.500, PT Tigaraksa Satria Tbk (TGKA) menguat Rp350 ke Rp3.800, dan PT Indo Straits Tbk (PTIS) naik Rp180 menjadi Rp910.

Sekadar diketahui, Tiongkok mendevaluasi mata uang mereka, yuan, setelah data ekonomi yang buruk, sehingga membimbing mata uang itu ke titik terendah dalam hampir tiga tahun dalam sebuah langkah yang disebut sebagai reformasi pasar bebas.

Seperti diketahui, Pemerintah Tiongkok melaporkan data ekspor Tiongkok ambles 8,3 persen untuk periode Juli ini, angka tersebut jauh lebih buruk dari yang diharapkan. Kemudian indeks harga produsen turun 5,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, Departemen Perdagangan dan Industri Singapura mengumumkan pertumbuhan PDB Singapura untuk 2015 menyempit menjadi antara 2,0 persen hingga 2,5 persen, setelah mengalami pelambatan tajam pada kuartal kedua.


(AHL)