Riset Kelautan Harus Sejalan dengan Konsep Poros Maritim Dunia

Antara    •    Selasa, 11 Aug 2015 17:00 WIB
kelautan dan perikanan
Riset Kelautan Harus Sejalan dengan Konsep Poros Maritim Dunia
Menteri Susi ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti menginginkan riset bidang kelautan yang dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan selaras dengan konsep Poros Maritim Dunia.

"Saya harapkan Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (BPPKKP) meningkatkan peran nyata para peneliti untuk dapat menyebarkan karyanya untuk mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia," katanya di Jakarta, Selasa (10/8/2015).

Ia mengungkapkan, selama kurang lebih satu tahun ke belakang, BPP KKP elautan dan Perikanan KKP telah banyak menghasilkan berbagai produk inovasi di bidang kelautan dan perikanan yang bermanfaat bagi pemangku kepentingan dan masyarakat.

Adapun produk-produk inovasi teknologi Balitbang KP 2015 yang diluncurkan antara lain "E-Log Book","E-Observer (E-Borang)", Sistem Informasi Nelayan Pintar, dan Sistem Informasi Garam Rakyat (SiTEGAR).

"KKP juga telah berhasil merancang sebuah sistem yang dapat membantu nelayan dan petambak garam dalam melakukan usahanya, yakni berupa Sistem Informasi Nelayan Pintar dan SiTEGAR. Sistem Informasi Nelayan Pintar, merupakan aplikasi berbasis android dengan mengintegrasikan informasi harga ikan, PPDPI, cuaca dan dinamika laut," katanya.

Indonesia dinilai layak menjadi Poros Maritim Dunia seperti yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo karena memiliki keunggulan baik dari geografis maupun demografis yang dimiliki Indonesia.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan Achmad Poernomo.
mengingatkan Indonesia memiliki sumber daya kelautan dan perikanan yang mempunyai potensi ekonomi mencapai USD800 miliar per tahun.

Selain itu, potensi ekonomi sektor kelautan dan perikanan di Tanah Air diperkirakan juga dapat menyediakan kesempatan kerja sekitar 40 juta orang. Sedangkan sesuai konvensi UNCLOS (Konvensi Hukum Laut PBB), ujar dia, luas lautan Indonesia mencapai 5,8 juta kilometer persegi, jauh lebih luas dibanding daratan yang hanya mencapai sekitar 1,9 juta kilometer persegi.






(SAW)