Kapolri Curigai Ada Pengusaha Nakal di Balik Lonjakan Harga Daging

Dheri Agriesta    •    Selasa, 11 Aug 2015 17:06 WIB
daging sapi
Kapolri Curigai Ada Pengusaha Nakal di Balik Lonjakan Harga Daging
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti----MI/Arya Manggala

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepolisian RI akan mencari tahu penyebab naiknya harga daging sapi di pasaran yang membuat pedagang daging sapi mogok. Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mencurigai ada tangan jahil yang ikut mencampuri urusan ini untuk mematikan produksi dalam negeri.

"Tidak hanya masalah daging, semua komoditas impor itu (didatangkan) supaya harga tidak terlalu tinggi. Itu kami lakukan penelitian. Ada juga memang komoditas-komoditas produksi dalam negeri yang oleh pelaku usaha itu sengaja dimatikan sehingga mereka mengatur harga itu dengan semaunya saja. Itu yang tidak boleh," kata Badrodin usai menghadiri peringatan Hari Veteran di Jakarta Convention Centre, Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat, Selasa (11/8/2015).

Meski ada dugaan, polisi tak ingin buru-buru menyimpulkan. Badrodin menyebut masih perlu penelitian lebih lanjut terkait dugaan tangan nakal itu.

Berdasarkan informasi yang didapat dalam rapat kabinet yang membahas daging sapi, kemarin, Badrodin mendengar banyak hal yang menyebabkan melonjaknya harga dan kelangkaan daging. Selain pengusaha nakal, menurut ia, pemerintah mengakui suplai daging saat ini terbilang kurang dan perlu dilakukan impor.

"Distribusi impornya juga kurang, kemudian juga ada yang nakal-nakal itu, sehingga penelitian harus dilakukan," ujar Badrodin.

Jenderal bintang empat ini merasa janggal dengan aksi mogok yang dilancarkan pedagang. Bagaimana tidak, seharusnya aksi mogok dilakukan konsumen karena harga daging sapi yang melangit, bukan penjual.

"Yang komplain kalau harganya tinggi kan harusnya masyarakat, kenapa harganya tinggi. Pedagang, penjual, tentu mengambil untung dari situ," kata dia.

Ia mengaku, Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan kepolisan untuk melakukan penelitian terkait kasus ini. Kepolisian, kata dia, siap mengambil tindakan hukum jika ada pelangaran undang-undang di balik mahalnya harga daging sapi.

"Sebelumnya juga sudah ada pertemuan di Polda Metro Jaya, pedagang itu mengeluhkan tekanan harga dari vendor ini. Oleh karena itu waktu itu sudah dibicarakan nanti akan diturunkan harga dan itu sudah tentu yang mengontrol itu dari Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian yang realisasikan itu. Tapi paling tidak pertemuan itu bisa menyelesaikan persoalan ini," kata Badrodin.


(TII)